Langsung ke konten utama

(PART I) Dibalik Nama "Survival"



Berawal dari satu kata yang memiliki ribuan warna cerita didalamnya. Kata itu ialah “SURVIVAL”. Seketika kata itu terdengar, kamipun mencoba untuk memahami makna yang tersirat di dalamnya, seolah penuh tanya tak berjawab. Survival???? What is that ? Kenapa harus survival?

Langkah demi langkah kita lewati , hari pun silih berganti , dan kini tersadar bahwa arti dari kata survival itu terjawab step by step di setiap kegiatan-kegiatan yang mengiringi kita selaku siswi tertua di pondok ini.

”Survival itu bertahan hidup!” ujar ustadz Hasan ketika kami diperkenankan untuk bersilaturahim di rumahnya.

Entahlah, terbuktilah pada suatu kenyataan dan ternyata nama yang diberikan pak kyai ini memang benar-benar sebuah doa bagi kita. 

Terlalu banyak rintangan dan cobaan yang menimpa kami. Hingga timbullah pertanyaan-pertanyaan dari kami. Mengapa harus kami yang selalu menangis? Mengapa harus kami yang selalu gagal ??mengapa harus kami yang di cemooh ?? mengapa tak ada satupun yang dapat memahami kami? 

”Kalian ini SURVIVAL GENERATION! Jadi kalian harus selalu SURVIVE!” lontar pembimbing kami

"Tapi apakah kami harus selalu bertahan dalam ketertekanan?" ujar kami dalam hati

Berbagai rintangan dan cobaan yang datang , selalu membuat kita belajar untuk menjadi orang yang kuat ,orang yang tahan banting lebih tepatnya , ya sesuai nama kami yaitu ”SURVIVAL GENERATION”. Itulah kata yang selalu terngiang di pikiran kami ketika kami lalai dan lemah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Survival's Song : 90 Langkah

Lyric Lagu 90 Langkah Gontor Kabut membelai lembut kampung damai Cahaya sang surya menghangatkan Para khalifah muda yang akan mengukir Pendidikan yang terbaik untuk dunia Tiada tersadar hati Telah jauh langkah kaki menapak 90   langkah penuh perjuangan Keikhlasan kesederhanaan dan keteguhan

(PART II) Ketegaran Survival di Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy

Teringat pada suatu kenangan terpahit ketika itu,dimana setiap acara yang berkepanitiaan survival generation tak pernah luput dengan rintikan air hujan. Bahkan acara terbesar kami yaitu Pekan Khutbatul Ars’y , sungguh membuat kami meneteskan air mata ketika mengingatnya. Pukulan lonceng yang membangunkan tidur pulas kami tepat pukul 12 malam, membuat jantung kami berdetup kencang. Kami semua langsung bergegas menuju lapangan upacara diiringi dengan suara klakson riayah yang tak ada hentinya menggelinang di telinga kami.

Mahasiswiguru On Unida Festival 2018

”Proses Tidak Akan Pernah Mengkhianati Hasil” The new thing for me to follow paper competition!             Sebagai persiapan kontingen gontor putri 3 di “Festival Unida” , gp3 menyelenggarakan acara miniatur fesda atau disebut juga “Fesda Intern” yangmana di dalamnya berupa lomba-lomba yang nantinya akan dilombakan di Fesda 2018. Mahasiswi   Unida divisi karangbanyu diadukan antar fakultas-fakultas. Hingga akhirmya aku sendiri terpilih untuk mengikuti lomba karya tulis ilmiah perwakilan prodi SAA( Studi Agama-agama). Really that i feel shock! Bagaimana tidak ? mengerjakan tugas kuliah saja masih dinomor-duakan, apalagi berkarya tulis + ilmiah pula. Ini merupakan tantangan terbesar bagiku untuk belajar.