Langsung ke konten utama

Survival's Song : 90 Langkah



Lyric Lagu 90 Langkah Gontor

Kabut membelai lembut kampung damai
Cahaya sang surya menghangatkan
Para khalifah muda yang akan mengukir
Pendidikan yang terbaik untuk dunia

Tiada tersadar hati
Telah jauh langkah kaki menapak
90  langkah penuh perjuangan
Keikhlasan kesederhanaan dan keteguhan


Ketika mentari t’lah bersinar
Sinarnya akan s’lalu berpijar
Rahmatnya selalu memberkahi dirimu Darussalam

Ciptakan satu jiwa yang suci
Tuk generasi islam sang illahi
Gapai ridhomu lillahi ta’ala

Tiada tersadar hati
Telah jauh langkah kaki menapak
90 langkah penuh perjuangan
Keikhlasan kesederhanaan dan keteguhan

Ketika mentari t’lah bersinar
Sinarnya akan s’lalu berpijar
Rahmatnya selalu memberkahimu Darussalam

Ciptakan satu jiwa yang suci
Tuk generasi islam sang illahi
Gapai ridhomu lillahi ta’ala

Sepanjang jalan perjalanan
Yang penuh dengan cobaan dan perjuangan
Semuanya tak akan hilang
Semuanya tak akan pernah hilang

Ketika mentari t’lah bersinar
Sinarnya akan s’lalu berpijar
Rahmatnya selalu memberkahimu Darussalam

Ciptakan satu jiwa yang suci
Tuk generasi islam sang illahi
Gapai ridhomu lillahi ta’ala

Ketika mentari t’lah bersinar
Sinarnya akan s’lalu berpijar
Rahmatnya selalu memberkahimu Darussalam

Ciptakan satu jiwa yang suci
Tuk generasi islam sang illahi
Gapai ridhomu lillahi ta’ala

Gapai ridhomu lillahi ta’ala




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembayung Senja

Lembayung Senja Oleh: Naila Salma Nurkhalida Lambaian lembayung senja ramaikan keindahan laut Bergumam dalam sunyi tanyakan hati yang  lama terpaut Aku tak bisa pahami hati yang bergejolak  memarah Mengajakku bertepian dengan hati lain tanpa arah Inikah cinta? Kurasakan hati berlabuh dalam rasa Lambat laun menyapa dalam nyata Mengetuk bilik jantung dengan paksa Terengah diri ini menelisik makna kata demi kata Gelisah hati yang lama menepis rindu tanpa tahu kepada siapa hati harus merindu Ingin ku lontarkan serpihan hati bersamanya sebuah fetamorgana cinta tanpa sendu Namun hati yang lemah ini tak mampu beradu-padu Ku tanyakan pada jemari kecil yang senantiasa mengadah padaNya seraya mengadu Senja... Dimana singgahmu menghibur diri? Pencarianku akan sesosok bayangmu terluap pada ilusi dalam mimpi Pintaku tentang rasa yang berujung tak pasti pada Ilahi Harapku akan sebuah kebenaran haqiqi Teruntuk siapa berlabuhnya hati ini Semarang, 21 Januari 2019

Dunia Tak Seindah Bayangannya

Engkau telah lupa Bahwa kakimu masih menginjakkan dunia Kemudian meminta segalanya Padahal, dunia hanyalah alam fana