Langsung ke konten utama

Mencintaimu dalam Setiap Bait Do'aku

Ya Allah jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku kepada seseorang
yang melabuhkan cintanya kepada-Mu agar
bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu

Ya Muhaimin,jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku
kepadanya agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut kepada-Mu
agar aku tidak terjatuh dalam jurang cinta semu


Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku kepadanya
agar tidak berpaling dari hati-Mu

Ya Allah, jika aku rindu, rindukanlah aku kepada
seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu

Ya Allah , jika aku rindu, jagalah rinduku kepadanya
agar tidak lalai merindukan surga-Mu

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah
kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhir-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati kepada kekasih-Mu,
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan
panjang menyeru manusia kepada-Mu

Ya Allah, kukuhkanlah ikatannya.

Kekalkanlah cintanya
Tunjukkanlah jalan-jalannya

Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada
pernah pudar.
Lapangkanlah dadaku dengan limpahan keimanan
kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Survival's Song : 90 Langkah

Lyric Lagu 90 Langkah Gontor Kabut membelai lembut kampung damai Cahaya sang surya menghangatkan Para khalifah muda yang akan mengukir Pendidikan yang terbaik untuk dunia Tiada tersadar hati Telah jauh langkah kaki menapak 90   langkah penuh perjuangan Keikhlasan kesederhanaan dan keteguhan

Dunia Tak Seindah Bayangannya

Engkau telah lupa Bahwa kakimu masih menginjakkan dunia Kemudian meminta segalanya Padahal, dunia hanyalah alam fana

(PART II) Ketegaran Survival di Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy

Teringat pada suatu kenangan terpahit ketika itu,dimana setiap acara yang berkepanitiaan survival generation tak pernah luput dengan rintikan air hujan. Bahkan acara terbesar kami yaitu Pekan Khutbatul Ars’y , sungguh membuat kami meneteskan air mata ketika mengingatnya. Pukulan lonceng yang membangunkan tidur pulas kami tepat pukul 12 malam, membuat jantung kami berdetup kencang. Kami semua langsung bergegas menuju lapangan upacara diiringi dengan suara klakson riayah yang tak ada hentinya menggelinang di telinga kami.