Langsung ke konten utama

Nay's The Explorer : Lawang Sewu, Seribu Pintu Beribu Misteri

Lawang Sewu tampak pada malam hari
    
L
awang Sewu kini bukanlah sebuah nama yang asing lagi bagi kita semua.Tempat ini menjadi serbuan para wisatawan yang berkunjung ke kota Semarang sehingga sangat disayangkan bagi wisatawan yang tidak menjajakkan kakinya di tempat ini. Lain cerita, bangunan ini tidak hanya dapat dinikmati oleh para pecinta sejarah atau sejarawan namun lain halnya tempat ini menjadi destinasi favorit para pecinta wisata misteri dan lebih asyiknya, tempat ini sangat di rekomendasikan bagi kalian para pecinta hunting foto. 

          Why it called by “Lawang Sewu” ?
          Dilihat dari segi penamaan lawang sewu atau dalam bahasa indonesia pintu seribu dikarenakan banyak ditemukan jendela yang menjulang tinggi dan lebar sehingga masyarakat menganggapnya sebagai pintu.Ya walaupun jumlah pintu pada kenyataannya tidak mencapai angka 1000. Menurut Guide Lawang Sewu, kata “Sewu” merupakan sebuah penggambaran belaka, karena pada dasarnya hanya terdapat 429 buah pintu, dengan daun pintu 1.200.

Short History of “Lawang Sewu”
Konon, bangunan ini merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1904 yang dulunya menjadi kantor pusat perusahaan kereta api milik Belanda atau dikenal sebagai NIS (Nederlandsch Indische Spoorweg Naatschappij). Awalnya, administrasi NIS diselenggarakan di Stasiun Semarang. Dikarenakan pertumbuhan jaringan yang pesat diiringi dengan bertambahnya kebutuhan ruang kerja sehingga diputuskan untuk membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan tersebut pada akhirnya jatuh pada lahan di pinggir kota dekat dengan kediaman Residen Hindi Belanda, diujung selatan Bodjongweg dalam Bahasa Belanda yang pada saat ini dikenal dengan julukan “Tugu Muda”. Gedung dengan tiga lantai ini di desain oleh seorang arsitek Belanda yang bernama Prof. Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag.
Seiring dengan berjalannya waktu, Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) berusaha mengambil alih kereta api, sehingga terjadilah pertempuran hebat ketika itu antara pemuda dan tentara Jepang. Belasan jiwa pemuda terbunuh di gedung ini, 5 diantara mereka dimakamkan di halaman (tetapi pada tahun 1975 jenazah mereka dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan). Nah ini dia jawaban dari mitos kenapa banyak misteri tentang kehantuan di tempat ini.

What We Find There ?
Okay setelah kita mengetahui sejarah singkat mengenai bangunan kunon peninggalan Belanda, sekarang aku bantuin kalian buat mengenal tempat-tempat yang ada di bangunan ini. Check it Out Guys!
Langkah pertama yang kita lakukan pastinya kalian tau guys,membeli tiket! karena wisata ini bukan wisata gratisan jadi kita harus berkorban untuk merogoh saku kita :D Tapi tenang aja! Biaya yang dikenakan sangat terjangkau bagi kantong traveller. Untuk dewasa dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000 sedangkan anak-anak dan pelajar Rp.5000 . Disana juga terdapat jasa Guide, bagi para wisatawan yang ingin mempelajari lebih dalam lagi tentang sejarah Lawang Sewu, kalian bisa menyewa Guide dengan ongkos Rp. 30.000.
 
Area Pintu Masuk 

             Nah, kalo yang satu ini merupakan salah satu spot foto hits para wisatawan, dengan berdiri di depan bangunan tersebut. Foto di depan gedung ini berasa nuansa eropa-eropa gimana gitu :D


          Next! Nah kalian penasaran kan sebenernya apasih isi di dalam ruangan-ruangan tersebut ? Jadi gini guys, sekarang tempat ini dinamakan museum dan yang namanya museum pasti ada peninggalan-peninggalan pada jaman dahulu kala. Nah itu dia guys jawabannya. Antara lain nih terdapat benda-benda bersejarah, galeri-galeri yang menceritakan tentang sejarah kereta api, ada juga miniatur kereta api, bahkan ada suatu ruangan yang difasilitasi dengan layar televisi yang cukup lebar dan tempat duduk yang nyaman sehingga para wisatawan akan dengan nikmat menyaksikan cuplikan mengenai sejarah berdirinya lawang sewu dan operasi kerjanya pada jaman dahulu.  









It Has Rich History of Bungker
Pintu masuk lorong bawah tanah terlihat gelap
Kolam bersekat sebagai tempat penyiksaan dan pembantaian tentara Belanda oleh tentara Jepang
Tempat pembuangan mayat yang akan dialirkan ke Kali Garang

Sedikit cerita tentang lorong bawah tanah atau dikenal dengan sebutan bungker ! Konon, pada zaman Belanda tempat ini dijadikan sebagai tempat persediaan air bersih makadari itu jangan heran mengapa saat ini bangunan tersebut terus tergenang air dan dipompa keluar lain halnya agar tidak membanjiri objek tersebut.

Namun pada masa Pemerintahan Jepang, bungker itu dijadikan penjara dadakan untuk menahan para pejuang dan tentara Belanda yang tertangkap. Di ruang bawah tanah itu juga terdapat 16 kolam di setiap ruangan, delapan ruangan bagian kanan dan delapan ruangan bagian kiri.
Selain itu, tempat itu dijadikan sebagai tempat penyiksaan dan pembantaian tentara Belanda. Termasuk menyiksa beberapa noni Belanda yang dilakukan oleh tentara Jepang. Penjara ini pada masanya dulu sering disebut sebagai penjara jongkok. Lima sampai sembilan orang dimasukan dalam sebuah kotak sekitar 1,5 x 1,5 meter dengan tinggi sekitar 60 cm. Lalu mereka disuruh jongkok berdesakan, kemudian kolam tersebut diisi air hingga setinggi leher. Kemudian kolam tersebut ditutup terali besi sampai mereka semua mati. *kejamkan pada masa jahiliyah itu guys!
Tak hanya penjara jongkok, di ruang bawah tanah tersebut juga terdapat penjara berdiri. Lima sampai enam orang dimasukan dalam sebuah kotak berdiamater sekitar 60 cm x 1 meter, mereka berdiri berdesakan kemudian ditutup pintu besi sampai mereka semua mati. Namun jika dalam seminggu mereka yang dipenjara jongkok dan penjara berdiri masih hidup, maka kepala mereka dipengggal dalam ruangan khusus. Mereka menggunakan bak pasir untuk mengumpulkan mayat tersebut. Seluruh mayat dibuang ke sebuah kali kecil yang terletak di sebelah gedung tersebut. Menurut cerita beberapa warga lama disekitar, kali itu bernama Kali Garang, yang mana “garang” berarti begis dan kejam. Kata-kata garang dipilih karena pada masa penjajahan Belanda dan juga pada masa penjajahan Jepang dikala itu, sering terjadi penyiksaan sehingga warna kali atau sungai menjadi merah karena banyaknya darah yang mengalir di sungai tersebut.
And the last, i’ll show you up the hits place there :D ya sekiranya spotnya bagus buat kalian para pecinta hunting foto dan instagramable banget deh pokoknya :D



Ini jendela mozaik yang bikin foto kita makin hits




Lorong putih yang menjadikan kita terlihat berwibawa ketika bergaya




 
Ini buat kalian yang mau foto bergaya "ciluk ba" bareng temen, sodara makin asyik




Gimana guys? Masih belum mupeng buat memijakkan kaki di tempat ini? Oh iya ngomong-ngomong cuma beberapa foto doang guys yang gue bidik dikarenakan kamera lowbat ketika itu juga sehingga menghambat sesi perfotoan kita di berbagai tempat lainnya, tapi beneran deh masih banyak spot foto yang terlewatkan guys. Kalian penasaran? Kunjungi aja langsung tempat hits yang satu ini, ga perlu buang-buang duit cukup me-refresh pikiran kita di tempat ini bersama orang-orang yang kita cintai.

Thanks for the good readers...

See you in the next amazing place!















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Survival's Song : 90 Langkah

Lyric Lagu 90 Langkah Gontor Kabut membelai lembut kampung damai Cahaya sang surya menghangatkan Para khalifah muda yang akan mengukir Pendidikan yang terbaik untuk dunia Tiada tersadar hati Telah jauh langkah kaki menapak 90   langkah penuh perjuangan Keikhlasan kesederhanaan dan keteguhan

Lembayung Senja

Lembayung Senja Oleh: Naila Salma Nurkhalida Lambaian lembayung senja ramaikan keindahan laut Bergumam dalam sunyi tanyakan hati yang  lama terpaut Aku tak bisa pahami hati yang bergejolak  memarah Mengajakku bertepian dengan hati lain tanpa arah Inikah cinta? Kurasakan hati berlabuh dalam rasa Lambat laun menyapa dalam nyata Mengetuk bilik jantung dengan paksa Terengah diri ini menelisik makna kata demi kata Gelisah hati yang lama menepis rindu tanpa tahu kepada siapa hati harus merindu Ingin ku lontarkan serpihan hati bersamanya sebuah fetamorgana cinta tanpa sendu Namun hati yang lemah ini tak mampu beradu-padu Ku tanyakan pada jemari kecil yang senantiasa mengadah padaNya seraya mengadu Senja... Dimana singgahmu menghibur diri? Pencarianku akan sesosok bayangmu terluap pada ilusi dalam mimpi Pintaku tentang rasa yang berujung tak pasti pada Ilahi Harapku akan sebuah kebenaran haqiqi Teruntuk siapa berlabuhnya hati ini Semarang, 21 Januari 2019

Dunia Tak Seindah Bayangannya

Engkau telah lupa Bahwa kakimu masih menginjakkan dunia Kemudian meminta segalanya Padahal, dunia hanyalah alam fana