Langsung ke konten utama

Untaian Rindu Untukmu (Mujahidah Survival Generation Gontor Putri 3 )






Terkenang banyak rintangan dan halangan mengupas hati yang pernah kita lewati
Meski bukan saat ini....
Namun masih kurasa lukisan indah sisa perjuangan yang terkadang tak dihargai
Hingga menjadi kenangan yang tersimpan lunglai dilubuk sanubari ini.

74 insan yang pernah menyatu, bersatu padu tuk berseteru menjadi satu
Hingga waktu hantarkan kami ke titik haru dengan ribuan saksi bisu

 Ku tak mengerti apa yang seharusnya kupahamkan
Seringkali penyesalan akan sebuah pertemuan terpaparkan
Tak lain dengan pertemuan yang harus diakhiri dengan sebuah perpisahan
Dengan merelakan kepergian orang-orang yang pernah menyejukkan kehidupan
Luruhkan kesedihan yang bertubi-tubi tak terelakan
Kini hanya dapat kuangankan dari kejauhan
Namun sembari bergulirnya waktu, ku tersadarkan...
Bahwa perpisahan yang mengajarkan arti keikhlasan dan kedewasaan

Kawan....
Renungkan dalam setiap hembusan
Bukankah kita terlahir untuk bertahan?
Betapa indahnya kehidupan mengajarkan
Betapa berartinya “SURVIVAL” ternamakan
SURVIVAL bukan hanya sekedar nama yang tergoreskan oleh tangan
SURVIVAL dengan beribu ketegaran, mampu membentuk kehebatan
SURVIVAL dengan jutaan kekuatan, menyimpan segudang impian dan harapan
Terus bertahan hadapi rintangan , dan terus bertahan hidup meski dalam tekanan

Kawan...
Ingatlah selalu dalam sunyi hening
Tuhan telah tetapkan kita menjadi insan yang tahan akan banting
Meski rintangan yang berkeping-keping dan cobaan yang terombang-ambing
Yakinlah! takkan ada jiwa yang terpelanting...

Kawan...
Kutahu kini mata ini tak saling melihat, namun hati ini akan saling terikat
Ku hanya mampu menggenggam erat tanganmu dari kejauhan
Kupandang garis senyummu yang tak pernah lupus tuk pancarkan kehangatan
Tak ingin ku lihat lagi isak tangisan yang kau lontarkan
Tak ingin ku lihat lagi raut masam dimukamu yang kau singgahkan
Kapanpun, dimanapun dan bagaimanapun tetaplah bertahan walau bertumpuk awan
Bertahanlah! Bertahanlah dan bertahanlah untuk berjuang hingga jiwa survival terlekatkan
Hanya lantunan do’a yang mampu ku hadirkan sebagai bukti kerinduan
Karena ku tahu puncak dari segala kerinduan ada pada jiwa-jiwa yang saling mendoakan









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Survival's Song : 90 Langkah

Lyric Lagu 90 Langkah Gontor Kabut membelai lembut kampung damai Cahaya sang surya menghangatkan Para khalifah muda yang akan mengukir Pendidikan yang terbaik untuk dunia Tiada tersadar hati Telah jauh langkah kaki menapak 90   langkah penuh perjuangan Keikhlasan kesederhanaan dan keteguhan

Lembayung Senja

Lembayung Senja Oleh: Naila Salma Nurkhalida Lambaian lembayung senja ramaikan keindahan laut Bergumam dalam sunyi tanyakan hati yang  lama terpaut Aku tak bisa pahami hati yang bergejolak  memarah Mengajakku bertepian dengan hati lain tanpa arah Inikah cinta? Kurasakan hati berlabuh dalam rasa Lambat laun menyapa dalam nyata Mengetuk bilik jantung dengan paksa Terengah diri ini menelisik makna kata demi kata Gelisah hati yang lama menepis rindu tanpa tahu kepada siapa hati harus merindu Ingin ku lontarkan serpihan hati bersamanya sebuah fetamorgana cinta tanpa sendu Namun hati yang lemah ini tak mampu beradu-padu Ku tanyakan pada jemari kecil yang senantiasa mengadah padaNya seraya mengadu Senja... Dimana singgahmu menghibur diri? Pencarianku akan sesosok bayangmu terluap pada ilusi dalam mimpi Pintaku tentang rasa yang berujung tak pasti pada Ilahi Harapku akan sebuah kebenaran haqiqi Teruntuk siapa berlabuhnya hati ini Semarang, 21 Januari 2019

Dunia Tak Seindah Bayangannya

Engkau telah lupa Bahwa kakimu masih menginjakkan dunia Kemudian meminta segalanya Padahal, dunia hanyalah alam fana