Langsung ke konten utama

Wanita Vs Harapan


"Kamu harus percaya sama aku kalau aku sayang sama kamu selamanya."
.
Kalimat yang tidak asing untuk di dengar, mudah terucap,  namun berat untuk di tangkap.
.
Haruskah aku percaya?
.
Begitu banyak jiwa yang datang untuk mendekap tapi hanya untuk mengenal sekejap.
Banyak jiwa yang datang berlari menghampiri lalu pergi.
Banyak jiwa yang memberi janji namun tak pasti. 
Seolah hanya bongkahan harapan yang tabu,
dan tak pernah temukan kejelasan yang mampu memberi tahu.
.
Lagi lagi perempuan yang jadi korban.
Bukankah perempuan diciptakan untuk dimuliakan?
Mengapa banyak jiwa yang dijatuhkan?
.
Perempuan memang menawan dengan beribu keindahan dan kelembutan.
Hatinya yang lemah terkadang membuatnya tak bisa berolah.
.
Hati lagi hati lagi.
Itulah yang menjadi ikon utama perempuan yang seringkali menolak hukum logika.
Gejolak hati tak bisa dipungkiri.
Mencoba melawan tapi apadaya perempuan yang tak bisa berdamai dengan logika.
.
Hakikat sudah terikat.
Jangan sampai ada sesuatu yang mengikat.
Lupakan semua memori yang teringat.
Harapan harapan palsu itu hanya luka yang menyayat.
.
Begitu rendahnya kualitas pengharapan kepada manusia.
Yang hanya mampu menorehkan harapan harapan semu berujung duka.
.
Menjadikan manusia sebagai tempat pengharapan,
Mengedepankan manusia sebagai solusi atas semua jawaban permasalahan.
Tentu semua ini adalah kesalahan, namun banyak jiwa yang mengabaikan.
Lantas? Kepada siapa hati ini berpengharapan?
Kepada Allah SWT semata! Dzat penampung segala harapan.
Dengan-Nya tak ada lagi hati yang terkecewakan.
.
Perempuan muslimah..
Percayalah...
Bersabarlah...
Semua akan berujung indah..



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Survival's Song : 90 Langkah

Lyric Lagu 90 Langkah Gontor Kabut membelai lembut kampung damai Cahaya sang surya menghangatkan Para khalifah muda yang akan mengukir Pendidikan yang terbaik untuk dunia Tiada tersadar hati Telah jauh langkah kaki menapak 90   langkah penuh perjuangan Keikhlasan kesederhanaan dan keteguhan

Lembayung Senja

Lembayung Senja Oleh: Naila Salma Nurkhalida Lambaian lembayung senja ramaikan keindahan laut Bergumam dalam sunyi tanyakan hati yang  lama terpaut Aku tak bisa pahami hati yang bergejolak  memarah Mengajakku bertepian dengan hati lain tanpa arah Inikah cinta? Kurasakan hati berlabuh dalam rasa Lambat laun menyapa dalam nyata Mengetuk bilik jantung dengan paksa Terengah diri ini menelisik makna kata demi kata Gelisah hati yang lama menepis rindu tanpa tahu kepada siapa hati harus merindu Ingin ku lontarkan serpihan hati bersamanya sebuah fetamorgana cinta tanpa sendu Namun hati yang lemah ini tak mampu beradu-padu Ku tanyakan pada jemari kecil yang senantiasa mengadah padaNya seraya mengadu Senja... Dimana singgahmu menghibur diri? Pencarianku akan sesosok bayangmu terluap pada ilusi dalam mimpi Pintaku tentang rasa yang berujung tak pasti pada Ilahi Harapku akan sebuah kebenaran haqiqi Teruntuk siapa berlabuhnya hati ini Semarang, 21 Januari 2019

Dunia Tak Seindah Bayangannya

Engkau telah lupa Bahwa kakimu masih menginjakkan dunia Kemudian meminta segalanya Padahal, dunia hanyalah alam fana