Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Dilematika Ilusi Mimpi

⠀ *Bait tentang kami yang pernah bermimpi pada satu atap medan juang yang sama, Gontor, Ibu kandung kami, dan masih bermimpi di pijakan yang sama, Indonesia, tanah air kami.*⠀ ⠀ Dalam suatu mimpi pada satu ilusi tabu. Kami pernah bercerita tentang mimpi yang saling beradu padu. ⠀ Setiap kaki melangkah, hati ini saling bersapa dalam harapan penuh abu.⠀ ⠀ Kala itu, ingin hati merangkai mimpi. ⠀ Menelusuri isyarat yang ingin terpenuhi.⠀ Naluri yang tergoreskan untuk sebuah ilusi,⠀ Sesegera mengakhiri untuk memulai hal baru dengan tujuan pasti. ⠀ ⠀ Ya! Kami pernah bermimpi pada satu ilusi yang sama.⠀ Sama sama ingin mengangkat kaki dari tempat yang sama menuju arah yang sama. Bersama sama menyebarkan keharuman medan perjuangan lama,⠀ Di ujung belahan dunia sana. ⠀ ⠀ Nyatanya, hanya kala itu. ⠀ Rupanya, hanya sekedar ilusi mimpi yang tabu. ⠀ ⠀ Hingga akhirnya kami bertukar isak tangis dan haru. ⠀ Meratapi ilusi-ilusi semu. ⠀ ⠀ Ini bukan yang terakhir dari cerita kam...

Perihal masa : Antara Aku dan Mereka

Kebersamaan dalam kekeluargaan, pertahankan! . Terima kasih atas sepercik kehangatan yang pernah tersirat meski tengah berlalu. . Antara aku, mereka, dan pengalaman pada sebuah perjuangan yang terlukiskan oleh kenangan. . Lembaran-lembaran itu penuh dengan titik-titik, tentunya dari torehan tinta hitam yang perlahan mencoba untuk merangkai kisah klasik dan usik. . Meski harus menerjang lika liku kehidupan , namun ia tak pernah ingkar untuk mengajarkanku. Mengajarkanku arti sebuah kebersamaan. Bersama untuk berproses, bersama untuk berjuang, bersama untuk menebarkan kebaikan, bersama untuk memberikan yang terbaik dari yang baik.  . Dan lagi, perihal k ehidupan . Ia mengajarkanku memahami esensi makna kehidupan yang hakiki. Nyatanya, hidup tidak sekedar mempertahankan eksistensi diri. Tapi lebih daripada itu, kehidupan yang mengajarkanku untuk bersyukur. Bersyukur mengenal sosok sosok hebat seperti kalian, yang tak pernah lelah untuk berproses bersama Allah. ...

Jangan Lelah Berproses Bersama Allah

Bukan soal-menyoal bagaimana hasilnya. Perkara proses mulai terkikis oleh lambat laun kerasnya kehidupan. Tak lagi mudah menemui kehidupan nyata dengan penuh keaslian. Ribuan dimensi manusia berpadu, tak banyak dari mereka yang melihat bagaimana hal itu bermula dan berproses. Nyatanya cukup klasik, pandangan terfokus pada bait akhir dalam sebuah cerita, namun tak etik. Hasil menjadi sebuah polemik besar penuh pertanyaan di tengah ketaatan sebagian khalayak. Dalam kehidupan sehari-hari pun demikian, kehidupan bukan ternilai dari seberapa besar pencapaian. Kehidupan terukur dari seberapa besar ketulusan menuju pencapaian. Itulah letak sebuah hakikat kehidupan dunia, dimana manusia kelak akan menuju pada lembaran akhir kehidupan, yaitu kematian. Proses bagaimana seseorang berbuat di dunia menuju hasil akhir tersebut yang menjadi saksi bisu perjuangan seseorang, dan nantinya akan mendapat hasil yang sempurna yaitu “JANNATULLAH” yang artinya Surga Allah. Berjuang, berjuang...