⠀ *Bait tentang kami yang pernah bermimpi pada satu atap medan juang yang sama, Gontor, Ibu kandung kami, dan masih bermimpi di pijakan yang sama, Indonesia, tanah air kami.*⠀ ⠀ Dalam suatu mimpi pada satu ilusi tabu. Kami pernah bercerita tentang mimpi yang saling beradu padu. ⠀ Setiap kaki melangkah, hati ini saling bersapa dalam harapan penuh abu.⠀ ⠀ Kala itu, ingin hati merangkai mimpi. ⠀ Menelusuri isyarat yang ingin terpenuhi.⠀ Naluri yang tergoreskan untuk sebuah ilusi,⠀ Sesegera mengakhiri untuk memulai hal baru dengan tujuan pasti. ⠀ ⠀ Ya! Kami pernah bermimpi pada satu ilusi yang sama.⠀ Sama sama ingin mengangkat kaki dari tempat yang sama menuju arah yang sama. Bersama sama menyebarkan keharuman medan perjuangan lama,⠀ Di ujung belahan dunia sana. ⠀ ⠀ Nyatanya, hanya kala itu. ⠀ Rupanya, hanya sekedar ilusi mimpi yang tabu. ⠀ ⠀ Hingga akhirnya kami bertukar isak tangis dan haru. ⠀ Meratapi ilusi-ilusi semu. ⠀ ⠀ Ini bukan yang terakhir dari cerita kam...