Bukan soal-menyoal bagaimana hasilnya. Perkara
proses mulai terkikis oleh lambat laun kerasnya kehidupan. Tak lagi mudah
menemui kehidupan nyata dengan penuh keaslian.
Ribuan dimensi manusia berpadu, tak banyak dari
mereka yang melihat bagaimana hal itu bermula dan berproses. Nyatanya cukup
klasik, pandangan terfokus pada bait akhir dalam sebuah cerita, namun tak etik.
Hasil menjadi sebuah polemik besar penuh
pertanyaan di tengah ketaatan sebagian khalayak. Dalam kehidupan sehari-hari
pun demikian, kehidupan bukan ternilai dari seberapa besar pencapaian.
Kehidupan terukur dari seberapa besar ketulusan menuju pencapaian. Itulah letak
sebuah hakikat kehidupan dunia, dimana manusia kelak akan menuju pada lembaran
akhir kehidupan, yaitu kematian. Proses bagaimana seseorang berbuat di dunia menuju
hasil akhir tersebut yang menjadi saksi bisu perjuangan seseorang, dan nantinya
akan mendapat hasil yang sempurna yaitu “JANNATULLAH” yang artinya Surga Allah.
Berjuang, berjuang, dan berjuang…
Tidak semua yang berproses dan berjuang akan
mendapatkan buah yang manis bak surga-Nya. Esensi makna perjuangan kini hanya
sebatas goresan tinta hitam di atas lembaran putih. Berjuang dengan berproses
itu tentu. Namun bagaimana ia berprosespun menjadi suatu problematika besar. Apakah
berproses dengan Allah SWT atau sebaliknya, berproses dengan setan?
Bukan lagi perihal ambisi, tapi obsesi.
Obsesi untuk mendapatkan hasil terbaik, hingga
melupakan cara yang baik dalam meraihnya. “Yang penting berhasil , yang
penting hasilnya baik, yang penting IPK bagus, dan kepentingan-kepentingan lain
tentunya.”
“With Allah SWT, everything is possible!”
Percaya atau tidak, hal itu pasti. Berproses
bersama Allah, tidak akan menuai kekecewaan. Artinya, jangan sesekali merasa lelah untuk
berproses dengan cara yang baik dalam meraih suatu pencapaian. Sekeras apapun berjuang
dan berproses tanpa melibatkan-Nya, jangan pernah berharap akan hasil yang
sempurna. Karena sukses yang hakiki bukan terletak pada hasil dan pencapaian
yang didapat. Melainkan, perbuatan yang dilakukan selama berproses mencari
kesuksesan.
Berproses bersama Allah-kah atau bersama setan selama
ini ?
Uusiikum Wa iyyaya Nafsii. In Uriidu Illal Islah.
Uusiikum Wa iyyaya Nafsii. In Uriidu Illal Islah.
“Jangan pernah bosan menebar kebaikan, berantas
kejahatan, tegakkan kejujuran, tanamkan keikhlasan. Lillahi ta’ala ”

Komentar
Posting Komentar