Langsung ke konten utama

Perihal masa : Antara Aku dan Mereka



Kebersamaan dalam kekeluargaan, pertahankan!
.
Terima kasih atas sepercik kehangatan yang pernah tersirat meski tengah berlalu.
.
Antara aku, mereka, dan pengalaman pada sebuah perjuangan yang terlukiskan oleh kenangan.
.
Lembaran-lembaran itu penuh dengan titik-titik, tentunya dari torehan tinta hitam yang perlahan mencoba untuk merangkai kisah klasik dan usik.
.
Meski harus menerjang lika liku kehidupan , namun ia tak pernah ingkar untuk mengajarkanku. Mengajarkanku arti sebuah kebersamaan. Bersama untuk berproses, bersama untuk berjuang, bersama untuk menebarkan kebaikan, bersama untuk memberikan yang terbaik dari yang baik. 
.
Dan lagi, perihal kehidupan. Ia mengajarkanku memahami esensi makna kehidupan yang hakiki.
Nyatanya, hidup tidak sekedar mempertahankan eksistensi diri.
Tapi lebih daripada itu, kehidupan yang mengajarkanku untuk bersyukur.
Bersyukur mengenal sosok sosok hebat seperti kalian, yang tak pernah lelah untuk berproses bersama Allah.
.
Terimakasih telah hadir memberi goresan pekat di lembaran kehidupan. Meski berawal dari kejaiman berteman. Rupanya, berakhir dan akan terus berlanjut dengan kebersamaan dalam kekeluargaan. Cukup singkat, tapi melekat dan teringat.
Yogyakarta, 8 April 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Survival's Song : 90 Langkah

Lyric Lagu 90 Langkah Gontor Kabut membelai lembut kampung damai Cahaya sang surya menghangatkan Para khalifah muda yang akan mengukir Pendidikan yang terbaik untuk dunia Tiada tersadar hati Telah jauh langkah kaki menapak 90   langkah penuh perjuangan Keikhlasan kesederhanaan dan keteguhan

Lembayung Senja

Lembayung Senja Oleh: Naila Salma Nurkhalida Lambaian lembayung senja ramaikan keindahan laut Bergumam dalam sunyi tanyakan hati yang  lama terpaut Aku tak bisa pahami hati yang bergejolak  memarah Mengajakku bertepian dengan hati lain tanpa arah Inikah cinta? Kurasakan hati berlabuh dalam rasa Lambat laun menyapa dalam nyata Mengetuk bilik jantung dengan paksa Terengah diri ini menelisik makna kata demi kata Gelisah hati yang lama menepis rindu tanpa tahu kepada siapa hati harus merindu Ingin ku lontarkan serpihan hati bersamanya sebuah fetamorgana cinta tanpa sendu Namun hati yang lemah ini tak mampu beradu-padu Ku tanyakan pada jemari kecil yang senantiasa mengadah padaNya seraya mengadu Senja... Dimana singgahmu menghibur diri? Pencarianku akan sesosok bayangmu terluap pada ilusi dalam mimpi Pintaku tentang rasa yang berujung tak pasti pada Ilahi Harapku akan sebuah kebenaran haqiqi Teruntuk siapa berlabuhnya hati ini Semarang, 21 Januari 2019

Dunia Tak Seindah Bayangannya

Engkau telah lupa Bahwa kakimu masih menginjakkan dunia Kemudian meminta segalanya Padahal, dunia hanyalah alam fana