Langsung ke konten utama

Perjalanan



Menyerah pada impian? Pantaskah dilakukan?

Lagi lagi hasil menjadi persoalan. ⠀
Orientasi hasil di nomor satukan.⠀
Hasil bukan ukuran, melainkan perjalanan. ⠀
Betapa banyak jiwa menginginkan keberhasilan. ⠀
Namun masih ada 1 yang terlupakan. ⠀

Ya, proses! Proses mendapatkan!
Nyatanya, berproses selalu disalahartikan. ⠀
Proses untuk sebuah tujuan bukan lagi tuntutan kewajiban.⠀

Hakikat proses juga tentang pilihan. ⠀
Pilihan yang akan menentukan arah perjalanan.
Akankan jalan keburukan atau kebaikan. ⠀

Betapa banyak hasil yang memuaskan tanpa mengidahkan esensi proses kebaikan.

Betapa proses menuangkan narasi positif akan makna keikhlasan, perjuangan, dan kesabaran. ⠀

Betapa proses mengajarkan untuk berjuang menjalani roda kehidupan. ⠀

Betapa proses pula yang akan menghantarkan jiwa yang penuh ambisi kepada suatu hasil mulia di kemudian.⠀

Jika proses tak kasat oleh indra penglihatan,⠀
izinkan proses bercengkerama dengan alunan. ⠀

Aku hanya ingin memulai perjalanan.⠀
Demi sebuah kedamaian menuju impian. ⠀


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Survival's Song : 90 Langkah

Lyric Lagu 90 Langkah Gontor Kabut membelai lembut kampung damai Cahaya sang surya menghangatkan Para khalifah muda yang akan mengukir Pendidikan yang terbaik untuk dunia Tiada tersadar hati Telah jauh langkah kaki menapak 90   langkah penuh perjuangan Keikhlasan kesederhanaan dan keteguhan

Lembayung Senja

Lembayung Senja Oleh: Naila Salma Nurkhalida Lambaian lembayung senja ramaikan keindahan laut Bergumam dalam sunyi tanyakan hati yang  lama terpaut Aku tak bisa pahami hati yang bergejolak  memarah Mengajakku bertepian dengan hati lain tanpa arah Inikah cinta? Kurasakan hati berlabuh dalam rasa Lambat laun menyapa dalam nyata Mengetuk bilik jantung dengan paksa Terengah diri ini menelisik makna kata demi kata Gelisah hati yang lama menepis rindu tanpa tahu kepada siapa hati harus merindu Ingin ku lontarkan serpihan hati bersamanya sebuah fetamorgana cinta tanpa sendu Namun hati yang lemah ini tak mampu beradu-padu Ku tanyakan pada jemari kecil yang senantiasa mengadah padaNya seraya mengadu Senja... Dimana singgahmu menghibur diri? Pencarianku akan sesosok bayangmu terluap pada ilusi dalam mimpi Pintaku tentang rasa yang berujung tak pasti pada Ilahi Harapku akan sebuah kebenaran haqiqi Teruntuk siapa berlabuhnya hati ini Semarang, 21 Januari 2019

Dunia Tak Seindah Bayangannya

Engkau telah lupa Bahwa kakimu masih menginjakkan dunia Kemudian meminta segalanya Padahal, dunia hanyalah alam fana