Langsung ke konten utama

Engkau Lebih dari Bidadari Surga



Kata Bidadari memang identik dengan paras nan kecantikan. Namun, lain dengan "Bidadari Surga" dalam perspektif agama islam. Bukanlah paras cantik, karir yang melonjak, berbadan bohai yang dapat dijadikan tolak ukur seorang wanita sebagai bidadari surga. Akan tetapi, akhlak dan budi pekerti luhur merupakan kunci seorang muslimah sejati. Ialah bidadari surga yang selalu menjaga kesucian dirinya. Allah SWT telah menetapkan beberapa wanita mulia sebagai ahli surga dan pemimpin para bidadari di surga. Betapa dahsyatnya ketetapan Allah SWT terhadap wanita solihah.

Seperti yang kita ketahui bahwasanya perangai wanita solihah ialah akhlak yang mulia. Wanita muslimah yang bertakwa senantiasa tampil dengan warna etikanya yang khas , kelemah lembutannya, ringan tangan , bahkan hadir dalam sosok yang dicinta dan mencintai sesama.

Dari Abu Ad-Darda' radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ شَيْءٍ يُوضَعُ فِي المِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الخُلُقِ، وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاة ِ)سنن الترمذي: صحي(

“ Tidak ada sesuatu yang diletakkan pada timbangan hari kiamat yang lebih berat daripada akhlak yang mulia, dan sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat.” [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Dari Jabir bin Samurah radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ أَحْسَنَ النَّاسِ إِسْلَامًا، أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا[مسند أحمد: صحيح[

“Sesungguhnya orang yang paling baik keislamannya adalah yang paling baik akhlaknya.” [Musnad Ahmad: Sahih]

Berdasarkan hadist diatas menjelaskan bahwasanya tidak ada lagi yang dapat menghiasi dunia ini kecuali seorang wanita yang berakhlak mulia.

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَ خَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
Artinya :
“Dunia itu semuanya menyenangkan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita sholehah”. (H.R. Muslim. Lihat Riyâdhush-Shâlihîn)

Berikut adalah kepribadian yang harus bersemayam di jiwa seorang wanita muslimah :

1.     Berlaku Jujur

Wanita Solihah senantiasa berperilaku jujur kepada setiap orang, karena ia telah memahami prinsip-prinsip islam dan menjadikan kejujuran sebagai pangkal semua keutamaan dan pokok akhlak mulia.Serta melarang untuk berbuat dusta dan menggolongkan dusta itu sebagai sumber kejelekan.Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا ) رواه البخاري ومسلم(
Dari ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).’(HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu wanita musimah suka menjadi pecinta kebenaran yang tulus, yang berusaha agar selalu benar dalam perkataan maupun perbuatan.

2.     Tak Mau Menjadi Saksi Palsu

Wanita muslimah sejati yang tercetak dengan ajaran dan tuntunan islam tidak akan memberi kesaksian palsu,karena ia tahu hal itu merupakan perbuatan haram.
وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّور )الحجّ :30(
Artinya : “dan jauhilah perkataan dusta” (Al-Hajj:30)

Kesaksian palsu akan menghilangkan kepercayaan, merusak kehormatan,dan mencoreng nama baik serta harga diri seorang muslimah.Oleh karena itu Allah melarang sifat tersebut bersemayam pada jiwa seorang wanita muslimah.Rasulullah bersabda dalam hadisnya :

عَنْ أَبِيْ بَكْرَةَ نُفَيْعِ بْنِ الْحَارِثِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ   ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ – ثَلَاثًا- قُلْنَا:  بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ: اَلْإِشْرَاكُ بِاللهِ، وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ. وَكَانَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ فَقَالَ: أَلَا وَقَوْلُ الزُّورِ، وَشَهَادَةُ الزُّوْرِ، فَمَازَالَ  يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا: لَيْتَهُ سَكَتَ
 
Dari Abu Bakrah Nufai’ bin al-Hârits Radhiyallahu anhu , ia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maukah aku beritahukan kepadamu dosa besar yang paling besar?” –Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya tiga kali–. Kami (para Shahabat) menjawab, “Tentu, wahai Rasûlullâh.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menyekutukan Allâh dan durhaka kepada kedua orang tua.”Awalnya Beliau bersandar kemudian duduk dan bersabda, “Serta camkanlah, juga perkataan bohong dan saksi palsu.” Nabi selalu mengulanginya sehingga kami berkata (dalam hati kami), “Semoga Beliau diam.” (Muttafaq ’Alaihi)

3.     Selalu Memberi Nasihat

Wanita muslimah yang menyadari agamanya serta yang bertakwa kepada Allah SWT, ia tidak merasa cukup dengan kebersihan dirinya dari sifat-sifat tercela, tetapi ia senantiasa memberikan nasihat kepada setiap wanita yang berhubungan dengannya, khususnya wanita-wanita yang menyimpang dari perintah Allah SWT.

Memberikan nasihat bagi muslimah bukan hanya sunnah hukumnya, tetapi merupakan suatu hal yang wajib yangmana diperintahkan oleh agama islam.bahkan agama itu sendiri adalah nasihat, sebagaimana yang telah diterangkan oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya :

عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْم الدَّارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ قَالَ : الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ . قُلْنَا لِمَنْ ؟ قَالَ : لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ .[رواه البخاري ومسلم]

Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad Daari radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Agama adalah nasehat, kami berkata : Kepada siapa ?  beliau bersabda : Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpan kaum muslimin dan rakyatnya. (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Oleh karena itu,nasihat merupakan salah satu induk permasalahan yang menjadikan orang muslim berbai’at kepada Nabi SAW, dan menempatkannya setelah shalat dan zakat.

Bila kita memahami hal ini, maka kita akan menyadari bahwa tanggung jawab wanita itu mencakup memberikan nasihat tulus kepada siapa saja disekitarnya yang dapat mengambil manfaat dari nasihat tersebut.

          Para Muslimah sejati yang kelak menjadi bidadari surga, sudah pantaskah diri kita ini menjadi bidadari yang dirindukan surga?  Untuk itu marilah kita bermuhasabah diri , lebih mendekatkan diri kita kepada sang pencipta alam semesta ini. Karena seorang muslimah harus mampu menjadi cahaya yang menerangi jagad raya.Yaitu dengan memiliki akhlak yang mulia, dan InsyaAllah, Allah SWT akan menjadikan kita semua bidadari-bidadari surga yang selalu bersinar. Aamiin…











Komentar

  1. É aí qᥙe vamоs veer quе realmente está acontеϲendo.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Survival's Song : 90 Langkah

Lyric Lagu 90 Langkah Gontor Kabut membelai lembut kampung damai Cahaya sang surya menghangatkan Para khalifah muda yang akan mengukir Pendidikan yang terbaik untuk dunia Tiada tersadar hati Telah jauh langkah kaki menapak 90   langkah penuh perjuangan Keikhlasan kesederhanaan dan keteguhan

Lembayung Senja

Lembayung Senja Oleh: Naila Salma Nurkhalida Lambaian lembayung senja ramaikan keindahan laut Bergumam dalam sunyi tanyakan hati yang  lama terpaut Aku tak bisa pahami hati yang bergejolak  memarah Mengajakku bertepian dengan hati lain tanpa arah Inikah cinta? Kurasakan hati berlabuh dalam rasa Lambat laun menyapa dalam nyata Mengetuk bilik jantung dengan paksa Terengah diri ini menelisik makna kata demi kata Gelisah hati yang lama menepis rindu tanpa tahu kepada siapa hati harus merindu Ingin ku lontarkan serpihan hati bersamanya sebuah fetamorgana cinta tanpa sendu Namun hati yang lemah ini tak mampu beradu-padu Ku tanyakan pada jemari kecil yang senantiasa mengadah padaNya seraya mengadu Senja... Dimana singgahmu menghibur diri? Pencarianku akan sesosok bayangmu terluap pada ilusi dalam mimpi Pintaku tentang rasa yang berujung tak pasti pada Ilahi Harapku akan sebuah kebenaran haqiqi Teruntuk siapa berlabuhnya hati ini Semarang, 21 Januari 2019

Dunia Tak Seindah Bayangannya

Engkau telah lupa Bahwa kakimu masih menginjakkan dunia Kemudian meminta segalanya Padahal, dunia hanyalah alam fana