Langsung ke konten utama

(PART IV) Generasi Perayaan 90th Gontor


Kesyukuran yang luar biasa bagi kami semua karena dapat merasakan perjuangan di perayaan yang dahsyat ini. Yaitu perayaan 90tahun gontor. Lagi-lagi kami segenap siswi akhir diberikan amanah untuk menghandle acara besar ini. Acara ini diramaikan oleh beberapa pondok-pondok alumni yang tersebar di jawa dan sekitarnya.


Menjadi tuan murah bukan hal yang mudah.Semua ini butuh persiapan yang lebih.Di karenakan peserta bukan hanya datang dari pondok cabang. Sehingga kami berusaha untuk menyelenggarakan rentetan acara ini dengan sebaik-baiknya.

Ketika itu Gontor Putri Kampus 3 mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah pada acara Language Festival dan juga HTQ. Keduanya merupakan acara yang sangat dahsyat bagi kami yang belum pernah mengadakan di tahun-tahun sebelumnya. Kepanitiaanpun telah terstruktur dimana kami tersebar di berbagai kepanitiaan. 

Sejenak berpikir dan merenung, bagaimana tidak, kegiatan sebanyak ini bisakah kami survival generation menghadapinya dengan sukses? Dalam satu waktu jiwa dan pikiran kami terbagi-bagi pada beberapa kepanitiaan. Kepanitiaan Festival Language, lalu HTQ, Kepanitiaan LP3 , Kepanitiaan KMD , Kepanitiaan All Star Show, dan juga kepanitiaan Idul Adha. Bayangkan saja ketika ide-ide kami telah kami kerahkan pada acara Panggung Gembira kinipun kami dituntut untuk mengeluarkan seluruh ide kami pada acara All Star Show,yaitu semacam acara pagelaran seni yang diikuti oleh seluruh warga Darussalam dari kelas 1 hingga para ustadzah. Tentunya membutuhkan kekuatan yang super dahsyat.

Ada hal yang membuat kami bahagia. Karena pada perayaan ini Gontor mengadakan lomba cipta lagu se-pondok cabang dan alumni. Karena kami identik dengan alunan musiknya , sehingga ketika itu angkatan kami merilis lagu terbaru yang merupakan icon kami yang berjudulkan ”90 langkah” ciptaan Ulinnuha,teman seperjuangan kami yang selalu memunculkan karya-karya handalnya dalam bidang seni musik. Dan pada malam puncak acara di Gontor Putri 1, beberapa dari kami menghadiri acara tersebut dan hal yang mendebarkan ialah ketika dibacakannya pengumuman lomba cipta lagu, ternyata Gontor Putri Kampus 3 dinobatkan  menjadi juara pertama lomba Cipta Lagu. Sebuah kesyukuran yang luar biasa untuk kami semua.

Dan konon nih , lagu ”90 Langkah” ini telah masyhur di berbagai pondok alumni. Bahkan lagu ini menjadi lagu yang pernah popular di Gontor Pusat Ponorogo ketika itu.Berikut Lirik lagu ”90 Langkah”  http://nailasalma1998.blogspot.co.id/2018/01/survivals-song-90-langkah.html#more

Dan apabila dilihat dari sisi dukanya nih, di tahun perayaan 90 tahun gontor ini, kami harus mengorbankan waktu pada kegiatan belajar mengajar. Bahkan berapa kali masuk kelas bisa dihitung dengan jari. Nyaris tak pernah bertemu dengan guru di kelas demi mempersiapkan semua acara pada perayaan 90 tahun gontor ini.

Di sisi lain,guru-guru kami sangat memprihatinkan kami perkara belajar. Karena kami yang tak pernah menyentuh buku sama sekali ketika itu. Seakan-akan kami terbebas dalam dunia belajar padahal pada kenyataannya kami harus mengejar itu semua. Kamipun juga merasa pesimis terhadap kesuksesan kami. Banyak orang berkata bahwasanya generasi perayaan ulang tahun gontor itu berada di zona rawan.Di karenakan banyaknya aktivitas sehingga siswa melupakan kewajibannya sebagai pelajar. Hal ini membuat kami gelisah seketika. Sedangkan pada bulan berikutnya kami akan menempuh ulangan umum. Betapa galaunya kami memikirkan tumpukan buku-buku kami yang menjulang tinggi.

Berhubung nama angkatan kami ”SURVIVAL GENERATION” tentunya hal ini membuat kami selalu bangkit ketika terjatuh. Karena kami selalu bertahan dalam hal apapun dan tahan banting.Semua inilah yang membuat kami menjadi manusia kuat dan tegar.

Dan mengingat untaian Ustadzuna-l-kariim,K.H Hasan Abdullah Sahal, bahwasanya di pondok ini semakin banyak kegiatan, mobilitaspun tinggi. Ini merupakan kesempatan emas yang pondok berikan kepada kami agar senantiasa berkembang. Karena pada hakikatnya tiap-tiap dari kita harus mengembangkan kualitas dirinya. Dan ketika kamu berkorban untuk pondok maka InsyaAllah Allah SWT akan menolong kamu.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Survival's Song : 90 Langkah

Lyric Lagu 90 Langkah Gontor Kabut membelai lembut kampung damai Cahaya sang surya menghangatkan Para khalifah muda yang akan mengukir Pendidikan yang terbaik untuk dunia Tiada tersadar hati Telah jauh langkah kaki menapak 90   langkah penuh perjuangan Keikhlasan kesederhanaan dan keteguhan

Lembayung Senja

Lembayung Senja Oleh: Naila Salma Nurkhalida Lambaian lembayung senja ramaikan keindahan laut Bergumam dalam sunyi tanyakan hati yang  lama terpaut Aku tak bisa pahami hati yang bergejolak  memarah Mengajakku bertepian dengan hati lain tanpa arah Inikah cinta? Kurasakan hati berlabuh dalam rasa Lambat laun menyapa dalam nyata Mengetuk bilik jantung dengan paksa Terengah diri ini menelisik makna kata demi kata Gelisah hati yang lama menepis rindu tanpa tahu kepada siapa hati harus merindu Ingin ku lontarkan serpihan hati bersamanya sebuah fetamorgana cinta tanpa sendu Namun hati yang lemah ini tak mampu beradu-padu Ku tanyakan pada jemari kecil yang senantiasa mengadah padaNya seraya mengadu Senja... Dimana singgahmu menghibur diri? Pencarianku akan sesosok bayangmu terluap pada ilusi dalam mimpi Pintaku tentang rasa yang berujung tak pasti pada Ilahi Harapku akan sebuah kebenaran haqiqi Teruntuk siapa berlabuhnya hati ini Semarang, 21 Januari 2019

Dunia Tak Seindah Bayangannya

Engkau telah lupa Bahwa kakimu masih menginjakkan dunia Kemudian meminta segalanya Padahal, dunia hanyalah alam fana