Langsung ke konten utama

Gemuruh Suara Hati

Gemuruh Suara Hati
Oleh : Naila Salma Nurkhalida

Alunan nada indah silih bergemuruhan gemakan irama kebahagiaan
Harmoni cinta bersorak ria taburkan kemenangan
Kini aku terjatuh dan terlilit pada lubuk hati keluguan
Hadirkan peraduan cinta tentang sebuah perasaan

Perasaan jatuh pada gemilang hati yang kau lukiskan
Kau ketuk pintu hati sembari menawarkan pilihan
Ku mulai tafsirkan makna cinta kata demi kata perlahan
Tak kusadari olah pedulimu uraikan jawaban akan sebuah tafsiran

Melodi-melodi cinta ku dendangkan
Uraikan getaran rindu yang mulai kurasakan
Merindu pada sosokmu yang selalu terbayangkan oleh pikiran
Pancarkan beribu asa dan harapan menyongsong masa depan

Seiring bergulirnya waktu kau tuntun aku pada janji kesetiaan
Membawaku pada ikatan suci pernikahan
Sembari memberiku kedipan pada hati kecil tuk menuai hikmah kehidupan
Singkatnya, cinta telah mengajarkanku akan sebuah arti kehidupan

Semarang, 21 Januari 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Survival's Song : 90 Langkah

Lyric Lagu 90 Langkah Gontor Kabut membelai lembut kampung damai Cahaya sang surya menghangatkan Para khalifah muda yang akan mengukir Pendidikan yang terbaik untuk dunia Tiada tersadar hati Telah jauh langkah kaki menapak 90   langkah penuh perjuangan Keikhlasan kesederhanaan dan keteguhan

Lembayung Senja

Lembayung Senja Oleh: Naila Salma Nurkhalida Lambaian lembayung senja ramaikan keindahan laut Bergumam dalam sunyi tanyakan hati yang  lama terpaut Aku tak bisa pahami hati yang bergejolak  memarah Mengajakku bertepian dengan hati lain tanpa arah Inikah cinta? Kurasakan hati berlabuh dalam rasa Lambat laun menyapa dalam nyata Mengetuk bilik jantung dengan paksa Terengah diri ini menelisik makna kata demi kata Gelisah hati yang lama menepis rindu tanpa tahu kepada siapa hati harus merindu Ingin ku lontarkan serpihan hati bersamanya sebuah fetamorgana cinta tanpa sendu Namun hati yang lemah ini tak mampu beradu-padu Ku tanyakan pada jemari kecil yang senantiasa mengadah padaNya seraya mengadu Senja... Dimana singgahmu menghibur diri? Pencarianku akan sesosok bayangmu terluap pada ilusi dalam mimpi Pintaku tentang rasa yang berujung tak pasti pada Ilahi Harapku akan sebuah kebenaran haqiqi Teruntuk siapa berlabuhnya hati ini Semarang, 21 Januari 2019

Dunia Tak Seindah Bayangannya

Engkau telah lupa Bahwa kakimu masih menginjakkan dunia Kemudian meminta segalanya Padahal, dunia hanyalah alam fana