Langsung ke konten utama

Lembayung Senja

Lembayung Senja
Oleh: Naila Salma Nurkhalida

Lambaian lembayung senja ramaikan keindahan laut
Bergumam dalam sunyi tanyakan hati yang  lama terpaut
Aku tak bisa pahami hati yang bergejolak  memarah
Mengajakku bertepian dengan hati lain tanpa arah
Inikah cinta?
Kurasakan hati berlabuh dalam rasa
Lambat laun menyapa dalam nyata
Mengetuk bilik jantung dengan paksa
Terengah diri ini menelisik makna kata demi kata
Gelisah hati yang lama menepis rindu tanpa tahu kepada siapa hati harus merindu
Ingin ku lontarkan serpihan hati bersamanya sebuah fetamorgana cinta tanpa sendu
Namun hati yang lemah ini tak mampu beradu-padu
Ku tanyakan pada jemari kecil yang senantiasa mengadah padaNya seraya mengadu
Senja...
Dimana singgahmu menghibur diri?
Pencarianku akan sesosok bayangmu terluap pada ilusi dalam mimpi
Pintaku tentang rasa yang berujung tak pasti pada Ilahi
Harapku akan sebuah kebenaran haqiqi
Teruntuk siapa berlabuhnya hati ini

Semarang, 21 Januari 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Survival's Song : 90 Langkah

Lyric Lagu 90 Langkah Gontor Kabut membelai lembut kampung damai Cahaya sang surya menghangatkan Para khalifah muda yang akan mengukir Pendidikan yang terbaik untuk dunia Tiada tersadar hati Telah jauh langkah kaki menapak 90   langkah penuh perjuangan Keikhlasan kesederhanaan dan keteguhan

(PART II) Ketegaran Survival di Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy

Teringat pada suatu kenangan terpahit ketika itu,dimana setiap acara yang berkepanitiaan survival generation tak pernah luput dengan rintikan air hujan. Bahkan acara terbesar kami yaitu Pekan Khutbatul Ars’y , sungguh membuat kami meneteskan air mata ketika mengingatnya. Pukulan lonceng yang membangunkan tidur pulas kami tepat pukul 12 malam, membuat jantung kami berdetup kencang. Kami semua langsung bergegas menuju lapangan upacara diiringi dengan suara klakson riayah yang tak ada hentinya menggelinang di telinga kami.

Mahasiswiguru On Unida Festival 2018

”Proses Tidak Akan Pernah Mengkhianati Hasil” The new thing for me to follow paper competition!             Sebagai persiapan kontingen gontor putri 3 di “Festival Unida” , gp3 menyelenggarakan acara miniatur fesda atau disebut juga “Fesda Intern” yangmana di dalamnya berupa lomba-lomba yang nantinya akan dilombakan di Fesda 2018. Mahasiswi   Unida divisi karangbanyu diadukan antar fakultas-fakultas. Hingga akhirmya aku sendiri terpilih untuk mengikuti lomba karya tulis ilmiah perwakilan prodi SAA( Studi Agama-agama). Really that i feel shock! Bagaimana tidak ? mengerjakan tugas kuliah saja masih dinomor-duakan, apalagi berkarya tulis + ilmiah pula. Ini merupakan tantangan terbesar bagiku untuk belajar.