Lembayung Senja
Oleh: Naila Salma Nurkhalida
Lambaian lembayung senja ramaikan keindahan laut
Bergumam dalam sunyi tanyakan hati yang lama terpaut
Aku tak bisa pahami hati yang bergejolak memarah
Mengajakku bertepian dengan hati lain tanpa arah
Inikah cinta?
Kurasakan hati berlabuh dalam rasa
Lambat laun menyapa dalam nyata
Mengetuk bilik jantung dengan paksa
Terengah diri ini menelisik makna kata demi kata
Gelisah hati yang lama menepis rindu tanpa tahu kepada siapa hati harus merindu
Ingin ku lontarkan serpihan hati bersamanya sebuah fetamorgana cinta tanpa sendu
Namun hati yang lemah ini tak mampu beradu-padu
Ku tanyakan pada jemari kecil yang senantiasa mengadah padaNya seraya mengadu
Senja...
Dimana singgahmu menghibur diri?
Pencarianku akan sesosok bayangmu terluap pada ilusi dalam mimpi
Pintaku tentang rasa yang berujung tak pasti pada Ilahi
Harapku akan sebuah kebenaran haqiqi
Teruntuk siapa berlabuhnya hati ini
Semarang, 21 Januari 2019
Oleh: Naila Salma Nurkhalida
Lambaian lembayung senja ramaikan keindahan laut
Bergumam dalam sunyi tanyakan hati yang lama terpaut
Aku tak bisa pahami hati yang bergejolak memarah
Mengajakku bertepian dengan hati lain tanpa arah
Inikah cinta?
Kurasakan hati berlabuh dalam rasa
Lambat laun menyapa dalam nyata
Mengetuk bilik jantung dengan paksa
Terengah diri ini menelisik makna kata demi kata
Gelisah hati yang lama menepis rindu tanpa tahu kepada siapa hati harus merindu
Ingin ku lontarkan serpihan hati bersamanya sebuah fetamorgana cinta tanpa sendu
Namun hati yang lemah ini tak mampu beradu-padu
Ku tanyakan pada jemari kecil yang senantiasa mengadah padaNya seraya mengadu
Senja...
Dimana singgahmu menghibur diri?
Pencarianku akan sesosok bayangmu terluap pada ilusi dalam mimpi
Pintaku tentang rasa yang berujung tak pasti pada Ilahi
Harapku akan sebuah kebenaran haqiqi
Teruntuk siapa berlabuhnya hati ini
Semarang, 21 Januari 2019

Komentar
Posting Komentar