Langsung ke konten utama

Pengalaman : Sang Pelatih tak Bernyawa


Akan selalu ada suatu masa yang menginjak saat pertama.⠀
Saat pertama melakukan hal baru tentunya. ⠀
Saat yang bermula dari keraguan, ketakutan, dan berbuah tidak sesuai dengan ekspekstasi pada nyatanya . ⠀
Namun, hal itu mampu menghadirkan tekad kuat untuk mempelajari lebih dalam pada akhirnya. ⠀

Berulang kali kegagalan menghampiri. ⠀
Ternyata disinilah letak kehidupan haqiqi mengajari. ⠀
Memberi kita sesosok pelatih tak bernyawa. ⠀
Ya! Pengalaman namanya . ⠀
Pengalaman yang menjadi pelatih terhebat kita rupanya. ⠀
Melatih kita untuk lebih percaya dalam berkarya. ⠀
Hanya saja terkadang diri ini terlalu dalam melebur ke dalam fatamorgana mimpi, hingga tak jarang diri menerimanya. ⠀
Saat ini dan seterusnya, ⠀
Kita mempunyai pelatih hebat, yang tertanam pada jiwa yang kuat, sesekalipun tak bernyawa. ⠀

Yogyakarta, 6 Mei 2019⠀

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Survival's Song : 90 Langkah

Lyric Lagu 90 Langkah Gontor Kabut membelai lembut kampung damai Cahaya sang surya menghangatkan Para khalifah muda yang akan mengukir Pendidikan yang terbaik untuk dunia Tiada tersadar hati Telah jauh langkah kaki menapak 90   langkah penuh perjuangan Keikhlasan kesederhanaan dan keteguhan

(PART II) Ketegaran Survival di Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy

Teringat pada suatu kenangan terpahit ketika itu,dimana setiap acara yang berkepanitiaan survival generation tak pernah luput dengan rintikan air hujan. Bahkan acara terbesar kami yaitu Pekan Khutbatul Ars’y , sungguh membuat kami meneteskan air mata ketika mengingatnya. Pukulan lonceng yang membangunkan tidur pulas kami tepat pukul 12 malam, membuat jantung kami berdetup kencang. Kami semua langsung bergegas menuju lapangan upacara diiringi dengan suara klakson riayah yang tak ada hentinya menggelinang di telinga kami.

Mahasiswiguru On Unida Festival 2018

”Proses Tidak Akan Pernah Mengkhianati Hasil” The new thing for me to follow paper competition!             Sebagai persiapan kontingen gontor putri 3 di “Festival Unida” , gp3 menyelenggarakan acara miniatur fesda atau disebut juga “Fesda Intern” yangmana di dalamnya berupa lomba-lomba yang nantinya akan dilombakan di Fesda 2018. Mahasiswi   Unida divisi karangbanyu diadukan antar fakultas-fakultas. Hingga akhirmya aku sendiri terpilih untuk mengikuti lomba karya tulis ilmiah perwakilan prodi SAA( Studi Agama-agama). Really that i feel shock! Bagaimana tidak ? mengerjakan tugas kuliah saja masih dinomor-duakan, apalagi berkarya tulis + ilmiah pula. Ini merupakan tantangan terbesar bagiku untuk belajar.