Langsung ke konten utama

Dunia Tak Seindah Bayangannya




Engkau telah lupa

Bahwa kakimu masih menginjakkan dunia

Kemudian meminta segalanya

Padahal, dunia hanyalah alam fana

Sebagian manusia mengira bahwa kehidupan dunia ini adalah kekal, sehingga mereka melupakan tujuan dan hakikat hidup yang sebenarnya. Mereka menjadikan dunia ini sebagai sarana untuk bersenang-senang. Bahkan manusia berlomba-lomba dalam meraih urusan duniawi serta melupakan kewajibannya sebagai Hamba Allah SWT. Sesungguhnya kemuliaan, kekayaan, derajat, kejayaan , kemenangan tetaplah bersifat fana dan sementara. Tidak ada bagian darinya yang patut dibanggakan.

Dunia ini memang indah, laksana istana megah yang bisa membahagiakan manusia, laksana benteng kokoh yang akan melindunginya, laksana menara tinggi yang akan mengangkat derajatnya, nan kebun luas yang menyediakan makanan baginya. Namun ini hanyalah pandangan kabur manusia yang tak pernah sadar bahwasanya dunia tak seindah banyangannya melainkan hanyalah angan-angan semata. Dunia ini tak sebanding dengan akhirat.

Coba renungkan!

Ketika kita pergi ke pantai , dan mencelupkan jari kita ke dalam air, lalu angkat jari kita. Lihatlah, seberapa air yang tersisa di jarimu itu? Seberapa banyak dibandingkan air yang ada di hamparan samudera? 

Itulah makna kehidupan dunia ini apabila dibandingkan dengan kehidupan di akhirat yang kekal. 

Ketiadaan pengetahuan manusia tentang hakikat dunia, ditambah lagi dengan tipisnya tingkat keimanan seseorang, menyebabkan manusia jatuh kedalam jurang kedzaliman yang mudah tergiur dengan kenikmatan dunia. Hingga Rasulullah SAW sangat mengkhawatirkan umatnya yang berlomba-lomba dalam urusan dunia.

Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, yang artinya: “ Yang aku khawatirkan pada kalian bukanlah kemiskinan, namun yang ku khawatirkan pada kalian adalah saling berbangganya kalian dengan harta.( HR. Ahmad)

Mari kita merenungkan kembali..

Apa yang kita bawa ketika kita terlahir di dunia ini?

Di dunia ini , manusia terlahir dengan tangan kosong. Kita tak mempunyai apa-apa. Semua tak terkecuali hanya milik Allah SWT Sang Pencipta alam semesta ini. Seperti halnya ketika kita membangun rumah , setelah lamanya bangunan itu termakan usia maka akan menjadi rapuh. Bahkan pakaian yang kita kenakan juga akan menjadi usang kelak. Lantas apa yang kekal dari dunia ini? 

Oleh sebab itu, Allah SWT selalu mengingatkan kita agar menjauhkan diri dari sifat riya’, sifat yang menjerumuskan kita untuk mengejar urusan dunia . Allah telah berfirman di dalam Alqur’an

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ )15( فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لأنْفُسِكُمْ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (16)

"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.(15) "Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu [1480]. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(QS. At-Taghabun : 15-16)

Wahai muslimin sejati...

Janganlah engkau heran, resah, gundah, jika dunia tak menyediakan semua keinginanmu. Tak perlu heran dengan sifat dunia yang membatasi apa yang terdapat di dalamnya. Pohon di dunia hanya menghasilkan buah-buahan selama setahun sekali, sedangkan di akhirat pepohonan itu dapat dipetika buahnya kapan saja kita mau. Usia manusia hanya terbatas untuk menjalani hidupnya di dunia ini , tetapi usia manusia di akhirat ? selamanya kita akan hidup di akhirat. Jangan heran ketika kita melihat banyak anak-anak yang kurang cerdas tak seperti yang engkau inginkan, jangan heran ketika engkau mendapat rezeki tidak seperti yang diinginkan. Ingatlah, bahwa kaki kita masih memijakkan dunia.

Lantas, apa yang harus kita lakukan terhadap dunia yang fana ini? 

Wahai muslimin sejati....

Pandanglah dunia ini dari atas dan bawah. Yang demikian lebih layak dan menentramkan hati kita. Sebab Rasulullah SAW bersabda,

“Perhatikanlah orang yang berada di bawahmu dan jangan kamu memperhatikan orang yang berada di atasmu, karena yang demikian itu lebih pantas, agar kamu semua tidak menganggap remeh nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepadamu. (HR Bukhari dan Muslim)

Dengan memandang dunia ke arah bawah akan membawa kita dalam ketentraman hidup di dunia ini dengan segala nikmatNya dan selalu merasa cukup atas nikmatNya . Oleh karena itu, bersyukurlah atas apa yang Allah berikan terhadap kita di dunia ini.

Ingatlah.

Hidup di dunia ini hanyalah sementara . Jadi, cukupkanlah dalam mengejar urusan duniawi, karena InsyaAllah ketika kita menjadikan perantara dunia ini dengan perbuatan-perbuatan baik, maka Allah akan memberikan kita kenikmatan yang tiada hentinya di akhirat kelak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Survival's Song : 90 Langkah

Lyric Lagu 90 Langkah Gontor Kabut membelai lembut kampung damai Cahaya sang surya menghangatkan Para khalifah muda yang akan mengukir Pendidikan yang terbaik untuk dunia Tiada tersadar hati Telah jauh langkah kaki menapak 90   langkah penuh perjuangan Keikhlasan kesederhanaan dan keteguhan

(PART II) Ketegaran Survival di Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy

Teringat pada suatu kenangan terpahit ketika itu,dimana setiap acara yang berkepanitiaan survival generation tak pernah luput dengan rintikan air hujan. Bahkan acara terbesar kami yaitu Pekan Khutbatul Ars’y , sungguh membuat kami meneteskan air mata ketika mengingatnya. Pukulan lonceng yang membangunkan tidur pulas kami tepat pukul 12 malam, membuat jantung kami berdetup kencang. Kami semua langsung bergegas menuju lapangan upacara diiringi dengan suara klakson riayah yang tak ada hentinya menggelinang di telinga kami.