PENDAHULUAN
Islam adalah salah
satu agama-agama di dunia, yang mana termasuk dalam salah satu agama samawi
atau diturunkan melalui wahyu ALLAH SWT.
Namun seperti yang telah diketahui bahwa agama atau kepercayaan di dunia ini itu
bermacam-macam dan banyak, cotohnya : agama budha, agama hindu, agama kong hu
chu, agama taoisme dll.
Dalam agama islam
terdapat ajaran-ajaran yang telah tertulis di kitab al-qur’an ataupun apa yang
telah diajarkan oleh nabi Muhammad. Karena seperti yang telah tertulis bahwa
agama yang paling baik disisi allah adalah agama islam. Namun bagaimanakah
ajaran agama-agama yang lain, apakah memiliki kesamaan dengan agama islam.
Penulis membahas
makalah ini agar dapat memperluas pengetahuan pembaca terhadam agama-agama
wadha’i dan dapat menambah iman atau ketaqwaan terhadap ALLAH atas kudratNya.
Semoga bermanfaat dan termasuk dalam golongan orang-orang yang beriman. Amin.
POKOK PERMASALAHAN
1.
Bagaimanakah konsep agama Budha?
2.
Bagaimanakah konsep agama Kong Hu Chu?
3.
Bagaimanakah konsep agama Taoisme?
4.
Bagaimanakah ketuga agama tersebut dalam pandangan islam?
PEMBAHASAN
A. Agama Budha
Agama Budha lahir
di negara India, lebih tepatnya lagi di wilayah Nepal sekarang, sebagai reaksi
terhadap agama Brahmanisme.[1]
Sejarah agama Budha mulai dari abad ke-6 SM sampai sekarang dari lahirnya
Siddharta Gautama. Dengan ini, ini adalah salah satu agama tertua yang masih di
anut di dunia. Agama Budha berkembang dengan unsur kebudayaan India, ditambah
dengan unsur-unsur kebudayaan Helenistik (Yunani), Asia Tengah, Asia Timur dan
Asia Tenggara. Dalam proses perkembangannya, agama ini praktis telah menyentuh
hampir seluruh Benua Asia dan telah menjadi agama mayoritas di beberapa negara
Asia seperti Thailand, Singapura, Kamboja, Myanmar, Taiwan, dsb.
Pencetusnya ialah
Siddhartha Gautama yang di kenal sebagai Gautama Budha oleh
pengikut-pengikutnya. Ajara Budhha sampai ke negara Tiongkok pada tahun 338
Masehi, dibawa oleh seorang bhiksu bernama fa Hsien. Masyarakat Tiongkok mendapat
pengaruhnya dari Tibet disesuaikan dengan tuntutan dan nilai lokal.
a. Konsep Tuhan dalam Agama Budha
Yang harus kita
ketahui bahwa Buddha (Siddartha Gautama) bukanlah tuhan. Konsep ketuhanan Agama
Budha berbeda dengan agama Samawi yang dimana alam semesta diciptakan oleh
Tuhan dan tujuan akhir dari hidup manusia adalah kembali ke surga ciptaan Tuhan
yang kekal.[2]
Di dalam agama
Buddha tujuan akhir hidup manusia adalah mencapai kebuddhaan (anuttara samyak
sambodhi) atau pencerahan sejati dimana satu makhluk tidak perlu lagi mengalami
proses tumimbal lahir. Untuk mencapai itu pertolongan da bantuan pihak lain
tidak ada pengaruhnya. Tidak ada dewa-dewi yang dapat membantu, hanya dengan
usaha sendirilah kebuddhaan dapat dicapai. Budha hanya merupakan contoh, juru
pandu, dan guru bagi makhluk yang perlu melalui jalan mereka sendiri, mencapai
pencerahaan rohani dan melihat kebenaran sampai realitas sebenar-benarnya.
b. Moral dalam Buddhisme
Lima nilai-nilai
moral untuk orang awam dalam Budha adalah :
·
Pamatipata Veramani Sikkhapadam Samadiyami
(Aku bertekad akan melatih diri menghindari pembunuhan makhluk
hidup)
·
Adinnadana Veramani Sikkhapadam Samadiyami
(Aku bertekad akan melatih diri menghindari pencurian/ mengambil
barang yang tidak diberikan)
·
Kamesu Micchacara Veramani Sikhapadam
(Aku bertekad akan melatih diri menghindari perbuatan asusila)
·
Musavada Veramani Sikkhapadam Samadiyani
(Aku bertekad akan melatih diri menghindari perkataan dusta)
·
Surameraya Majjapamadhatthana Veramani Sikkhapadam Samadiyami
(Aku bertekad akan melatih diri menghindari makanan atau minuman
yang dapat menyebabkan lemahnya kesadaran)
Selain nilai-nilai moral, agama
Budha juga amat mnjunjung tinggi dan mempercayai karma sebagai sesuatu yang
berpegang pada prinsip sebab akibat. Karrma adalah bahasa Sansekerta yang
berarti perbuatan atau aksi. Jadi ada aksi atau karma baik dan ada pula aksi
atau karma buruk.
c. Kasta
dalam agama Budha
Dalam agama Budha pembagian kasta
atau derajat diantara manusia adalah sama. Karena agama ini tidak membedakan
derajat antara orang miskin dan orang kaya atau pun pejabat dan orang biasa. Di
mata agama ini semua orang adalah sama.[3]
d. Aliran
Agama Budha
Ada beberapa aliran dalam Agama
Budha :
a)
Budha Theredava
b)
Budha Mahayana : Zen
c)
Budha Vajrayana
e.Kitab
Suci Buddha
Kitab suci dalam agama Buddha adalah
Kitab Suci Tripitaka yang dikenal sebagai Kanon Pali (Pali Canon). Kitab suci
agama Budha ini tertulis dalam Bahasa Pali/Magadhi Kono, yang terbagi dalam
tiga kelompok besar (yang disebut sebagai “pitaka’ atau “keranjang”) yaitu :
Vinaya Pitaka, Sutta Pitaka, dan Abhidhamma Pitaka. Karena terdiri dari tiga
kelompok, maka Kitab Suci Agama Budha dinamakan Tipitaka.
B. Agama
Konghucu
Agama Konghucu adalah agama
berdasarkan ajaran Nabi Kongzi atau Confucius. Zong Ni (nama kecil nabi Kongzi)
dilahirkan di negeri Lu (Provinsi Shanding di Tiongkok sekarang ini) pada tahun
551 SM dalam keluarga bangsawan. Namun, pada masa itu banyak keluarga kaum
bangsawan yang hidupnya miskin karena terjadi peprangan dan perubahan keadaan
sodial. Keluar Kongzi adalah salah satu di antaranya.[4]
Ayahnya wafat ketika Nabi Kongzi
berusia tiga tahun sehingga kehidupan bersama ibunya sangatlah berat. Ia
berusaha dan berjuang untuk mempelajari berbagai segala hal sendiri. Pada waktu
muda, Nabi Kongzi telah memperoleh banyak pengetahuan.
Pada masa dewasa, ia menduduki
jabatan dalam pemerintahan. Ia pernah memikul tanggung jawab terhadap hasil
panen dan peternakan sapi dan domba. Pekerjaan ini memerlukan keahlian di
bidang ilmu hitung dan pembukuan. Tentu saja, Nabi Kongzi sudah mempelajari
keahlian itu sejak kecil. Namun, ia telah belajar lebih banyak daripada itu.
Terlebih lagi, Nabi Kongzi bukan hanya melatih kemampuan intelektualnya,
melainkan juga sikap moralnya. Hal ini ditunjukkan Nabi Kongzi dalam
menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan cermat.
a.
Kehidupan di dalam Agama Konghucu
a) Keimanan
Keimanan berasal dari kata iman yang
berarti kepercayaan atau keyakinan yang berhubungan dengan nilai-nilai
keagamaan yang dipeluknya. Keimanan menyangkut ketulusan terhadap keyakinannya,
pengakuan terhadap kebenarannya, kesungguhan dalam mengamalkannya. Jadi,
keimanan berarti hal-hal yang bersangkutan dengan iman.
Istilah dan pengertian iman dalam
agama Khonghucu sepadan dengan pengertian kata cheng. Cheng berasal dari
rangkaian akar kata yan dan cheng. Yan berarti bicara, sabda, atau kalam dan
cheng berarti sempurna atau jadi. Oleh karena itu, pengertian cheng mengandung
makna sempurnanya batin dan perbuatan.
b) Kepercayaan (Xin)
Definisi kepercayaan (xin) dalam
ajaran agama Khonghucu tidak hanya berarti bahwa orang percaya pada diri
sendiri, tetapi juga harus dapat dipercaya oleh orang lain. Kepercayaan dapat
diartikan sebagai suatu gandar dari kendaraan. Kendaraan tentunya tidak bisa
dijalankan apabila tidak memilki gandar. Demikian juga, apabila seseorang telah
kehilangan sifat dapat dipercaya oleh orang lain, kehidupannya akan mengalami
kesulitan.
c) Kesatyaan (Zong)
Satya ialah patuh menegakkan firman
Tuhan Yang Maha Esa (Tian Ming). Kepatuhan akan watak sejati (xing) manusia. Di
dalam watak sejati terkandung karunia atau benih-benih kebajikan yang terdiri
atas cinta kasih (ren), kesadaran menjunjung kebenaran (yi), susila (li) dan
kebijaksanaan (zhi). Satya juga bermakna menjaga hati, merawat watak sejati
agar batin manusia selalu hidup dalam jalan suci (dao), hidup menggemilangkan
kebajikan yang menjadi kuasa dan kemuliaan Tuhan Yang Maha Esa, dan mengamalkan
sebaik-baiknya sebagai penggenapan. Dengan Satya, wujud jalinan antara manusia
dengan Tian adalah jalinan vertikal.
d) Kesujudan
(Jing)
Kesujudan berarti
sujud dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (Tian) dan takut kepada-Nya yang
tidak kelihatan, khawatir takut kepada Dia (Tian) yang tidak terdengar (Kitab
Zhongyong Utama: 2). Dalam Kang Gao tertulis, “Firman itu sesungguhnya tidak
berlaku selamanya, maka dikatakan yang berbuat baik akan mendapat dan yang
berbuat tidak baik akan kehilangan” (Shu Jing V 9.4; AB X : 11 ).
b. Kepercayaan Agama Konghucu
Beberapa
kepercayaan dalam agama konghucu antara lai :
·
Agama ini percaya dengan tuhan langit dan bumi, matahari, tata
surya, awan dan gunung-gunung. Bahkan bukan hanya mempercayai tetapi juga
menyembah kepada hal-hal tersebut
·
Mensucikan para malaikat
·
Mensucikan arwah para leluhur atau nenek moyang terdahulu
·
Tidak mempercayai nabi, surga dan neraka
·
Mempercayai bahwa keidupan di dunia akan menggambarkan balasan di
akhirat, jika mempunyai kepribadian yang baik maka akan menerima balasan yang
baik pula dan begitu juga sebaliknya.
·
Mempercayai bahwa segala bencana adalah peringatan atau hukuman bagi
perbuatan manusia[5]
c. Konsep Ketuhanan dalam Konghucu
Agama Konghucu
adalah agama monoteis, percaya hanya pada satu tuhan, yang di sebut sebagai
Tian, Tuhan Yang Esa. Tuhan dalam konsep Konghucu tidak dapat di tetapkan,
tiada satu wujud pun yang tampak. Di dengar tidak terdengar, namun dapat
dirasakan oleh orang beriman.
C. Agama Taoisme
Agama Tao adalah
salah satu agama terbesar dalam
perabadaban Agama Cina Kuno.
Agama ini adalah agama yang berasaskan atas ajaran Lao Tzu yang mengatakan
bahwa kebaikan adalah toleransi terhadap sesama manusia, zuhud dan menghindahi
perbuatan jahat
Lao
Tzu dalam perenungan dan pemikirannya menyatakan bahwa segala sesuatu di dunia
ini mengandung dua unsur yang saling berlawanan, dan setiap unsur yang
berlawanan tersebut saling tergantung satu sama lain “Sebab Akibat” .
Dalam
Metafisika Taoisme, Lao Tzu yang merupakan pendiri Tao menganggap bahwa Tao
adalah “sumber umum bagi seluruh alam semesta”. Tao sebagai “asal usul yang
unik dari dunia”. Lao Tzu secara eksplisit mengatakan “ Tao menghasilkan yang
satu, yang satu menghasilkan yang dua, yang dua menghasilkan yang tiga dan yang
tiga menghasilkan sepuluh ribu hal lainnya.
Yang Satu (The one), menghasilkan
yang dua dimana yang dua ini meliputi sisi feminin dan maskulin (Yin &
Yang/ Positif & Negatif). Yang tiga merupakan kesatuan antara Yin dan Yang.
Dan dari yang tiga (Yin & Yang) menghasilkan sepuluh ribu hal lainnya yang
mana dari yang tiga inilah merupakan asal mula alam semesta menurut versi
Taoisme.
a. Konsep
Agama Taoisme
Agama Taoisme memiliki beberapa
konsep, yaitu :
·
Wu
Wei :Kelembutan sebagai tujuan
utama, dimana kekerasan hidup ini dijalani dengan penuh kelembutan. Hidup
mengalir saja tanpa dibentuk hukum atau aturan. Sebagai bentuk pasrah terhadap
hidup yang dijalani. Wu Wei lebih bersifat Filsafat Tao (Kelembutan).
·
Yu
Wei : Tindakan, bahwa hidup perlu
aturan dan hukum. Disini Yu Wei lebih mendekati sebagai Agama Tao (Kedamaian).
·
Tzu
Jan : Bahwa hidup ini spontan
(alami).Kepercayaan bahwa alam semesta dan kehidupan sosial akan berkembang
secara spontan”.
Dari
ketiga Konsep Tao, yang paling utama adalah Wu Wei. Wu-wei sangat
menekankan nilai-nilai spesifik, seperti sikap mengalah, dan ketenangan.
Menurut Lao Tzu, nilai-nilai ini sangatlah penting, terutama bagi orang-orang
yang lemah dan tidak beruntung di dalam hidupnya. Dengan
menerapkan wu-wei di dalam hidupnya, orang-orang yang lemah bisa
menaklukan orang-orang yang kuat dengan kelembutannya.
Dan seperti yang
kita ketahui Agama Islam ternyata juga memadukan Wu
Wei dan Yu Wei, dimana kelembutan dan kedamaian merupakan langkah utama yang
diambil, tetapi diperlukan Yuwei jika keadaan terancam. Dimana inilah yang
disebut Jihad, sebuah bentuk perjuangan membela diri. Bahwa Kita harus membalas
jika kita di salahi tetapi jika memaafkan maka itu lebih baik. Seperti yang
telah di sebutkan dalam Al-Qur’an surah Al- Imran ayat 159, yang memiliki arti
sebagai berikut :
“Maka
disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.
Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan
diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi
mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila
kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya
Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”
Tetapi
pada kenyataannya Wu Wei dan Yu Wei memang tidak bisa berdiri sendiri. Kita
tidak bisa terus-terusan mengalah, tetapi juga harus membela diri. Keduanya
saling menyatu, seperti halnya konsep Islam diatas. Konfusianisme merupakan
konsep hidup yang hampir mirip dengan Islam dimana Wu Wei dan Yu Wei saling
berhubungan. Dimana ada aturan yang tegas didalam sikap lemah lembut kepada
orang-orang yang melanggar aturan dan bersalah.
Ajaran utama konfusianisme adalah “yen” dan
“li”. Yen secara umum diartikan sebagai cinta, atau lebih luas lagi
keramahtamahan. Sedangkan li dilukiskan sebagai gabungan antara
tingkah laku, ibadah, adat kebiasaan, tatakrama dan sopan santun. Nilai-nilai
lainnya dalam ajaran Konfusius adalah kebajikan dan kebenaran.
b. Kitab
Agama Tao
Beberapa kitab agama Tao antara lain
:
·
Tao Ti Ching
·
Swang Tsu
·
Hwang Ti Ni Ching
·
Bau Bu Tsu
Tao
Ti Ching merupakan kitab suci di dalam agama Tao, kitab ini terpandang sebagai
kitab suci tertipis di antara seluruh kitab suci berbagai agama di dunia.
Terdiri dari 31 sajak-sajak singkat, disertai prosa-prosa singkat. Terdiri dari
25 halaman yang kemudian diberi komentear oleh para ahli filsuf sehingga menjadi
kitab yang sangat tabal
Meskipun tipis tetapi isinya mencakup hampir keseluruhan aspek
kehidupan. Sekalipun kata yang digunakan sederhana akan tetapi kandungan maknanya
berisikan banyak nasehat-nasehat.
c. Ajaran dan Praktek Ibadah Taoisme
Taoisme memiliki empat ajaran yaitu :
a)
Dao
Dao adalah inti dari ajaran Taoisme yang berarti tidak berbentuk,
tidak terlihat, tapi merupakan, proses kejadian dari semua benda hidup dan
segala yang ada di alam semesta.
b)
Yin (positif) dan Yang (negatif)
Yin dan Yang saling melengkapi untuk menghasilkan tenaga atau
kekuatan.
c)
Pandangan Tentang Manusia
Manusia yang sombong maka suatu saat dia akan mendapat celaan yang
membuatnya berduka atau menderita.
d)
Etika
Kebajikan dasar dalam kehidupan alami yaitu lemah lembut, rendah
hati dan menyangkal diri.
KESIMPULAN
Sesungguhnya
seluruh agama di dunia ini memiliki konsep pada setiap apa yang ada di
dalamnya. Dan telah kita bahas dalam makalah ini beberapa agama-agama di dunia,
diantaranya adalah agama Budha, Konghucu dan Taoisme.
Ketiga agama
tersebut datang dengan ajaran yang berbeda-beda. Sepeti Budha yang di bawa oleh
Siddhartha Gautama, Konghucu yang di bawa atau di ajarkan oleh Confusius (Kong
Zi) dan Taoisme yang ajarannya di bawa oleh Lao Tzu. Ketiga tokoh ini
mengajarkan agama-agama mereka dengan konsep yang berbeda-beda pula, seperti
Budha yang tidak membedakan kasta, Konghucu yang mengajarkan bahwa tuhan yang
tidak dapat terlihat oleh mata hanya dapat dirasakan oleh orang beriman, dan
Taoisme yang memiliki konsep kelembutan dan kedamaian.
Namun, yang harus
selalu kita ingat bahwa ketiga agama ini bukanlah agama yang turun dengan
wahyu, melainkan berasal dari pemikiran manusia. Sedangkan Islam merupakan agama
yang diturunkan melalui wahyu kepada Nabi Muhammad SAW. Dan walaupun ketiga
agama tersebut memiliki ajaran yang berbeda-beda pada setiap kebaikannya,
tetapi setiap konsep kebaikan agama tersebut terdapat dalam
Islam seperti Kedamaian dalam Agama Budha, Monoteis dalam Agama Konghucu dan
wu-wei dan yu-wei dalam Agama Taoisme.
DAFTAR PUSTAKA
Emile Durkheim. 2003. Sejarah Agama terj. Ridwan Muzir,Yogyakarta
Muhammad Imam Abu Zuhrah. 1991, Perbandingan Agama-Agama (Agama Terdahulu), Ad-Dar Fikr Al-Arabi, Al-Qohirah
Nurwardani dkk. 2016, Pendidikan Khong Hu Cu, Jakarta
Sami bin Abdullah al-Maghlouth. 2011, Atlas Agama-Agama
Mengantarkan Setiap Orang Beragama Lebih Memahami Agama Masing-Masing, Al- mahira, Jakarta
Syarqowi, Dr. Muhammad Abdullah. 1982, Muqqarantu-l-ad-dyan,
Ad-Darul Hudayah, Al- Qohirah
Komentar
Posting Komentar