Langsung ke konten utama

WORLDVIEW ISLAM : Konsep Agama-Agama Dunia



PENDAHULUAN
Beragama adalah sebuah keniscayaan yang akan mengantarkan seseorang menuju tujuan utamanya, yaitu kebahagiaan abadi. Namun, tidak serta-merta bahwa setiap agama yang muncul pati benar dan bisa menjadi pedoman hidup. Hanya ada satu titik kebenaran yang harus kita cari dan telusuri sehingga kita tidak terjebak pada doqma sementara.
Hal ini perlu dilakukan agar tidak terkecoh seperti kisah tiga orang buta yang ingin menggambarkan bentuk gajah. Orang pertama memegang telinganya dan menyimpulkan bahwa bentuk gajah seperti kipas. Orang kedua memegang kakinya dan menyimpulkan bahwa bentuk gajah seperti pohon kelapa. Orang ketiga memegang belalainya lalu menyimpulkan bahwa gajah itu panjang seperti pipa. Ketiga orang buta itu menggambarkan gakah berdasarkan asumsi masing-masing, atau sesuai dengan apa yang diceritakan oleh orang tua dan pengasuh yang juga buta.
Demikian pula orang beragama, dia akan menemukan agamanya berdasarkan informasi dari orang tua dan pengasuhnya. Namun, pernahkah mereka tahu hakikat agama yang sebenarnya? Untuk itu, perlu kiranya kita melakukan penelusuran dan pencarian satu titik kebenaran ini melalui seharah, ajaran, dan latar belakang lahirnya masing-masing agama.
Melalui makalah yang sederhana ini, kami berharap kita mendapatkan informasi tentang seluk-beluk agama secara detail dan jelas. Dan semoga seseorang tidak akan lagi beragama secara buta-hanya berdasarkan guru asuhnya. Tetapi dia bisa mengetahui bagaimana sejarah munculnya agama yang di peluknya hingga dia bisa meyakini agama yang dipeluknya.
Dan melalui makalah ini juga kan di bahas beberapa agama dunia yang di bagi menjadi dua yaitu, agama-agama samawi dengan agama islam, yahudi, dan nasrani, dan juga agama-agama bumi dengan agama majusi, hindu, buddha, kong hu chu, yunani, dan romawi.





PEMBAHASAN

            Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa secara umum agama-agama di dunia ini di bagi menjadi dua, yaitu agama-agama samawi dan agama-agama bumi. Setelah ini marilah kita membahasnya secara lebih mendalam. Namun terlebih dahulu kita akan membahas tentang agama-agama samawi.

1.      Agama Islam

            Islam dari segi kebahasaan Islam berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata salima yang mengandung arti selamat, sentosa dan damai. Dan kata salima selanjutnya diubah menjadi kata aslama yang berarti berserah diri masuk dalam kedamaian “berserah diri kepada Tuhan”.

            Islam adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Agama ini termasuk agama samawi ( agama-agama yang dipercaya oleh pengikutnya diturunkan dari langit ) dan termasuk dalam golongan agama ibrahim.
            Pengikut ajaran agama islam disebut dengan Muslim., adapun lebih lengkapnya adalah muslimin bagi laki-laki dan muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke duniaoleh Allah SWT.
            Dalam Islam menganal adanya rukun Iman, yaitu segala sesuatu yang wajib hukumnya diimani dengan segenap hati, kemudian juga ada rukum Islam, segala sesuatu yang wajib dilakukan oleh setiap pemeluknya. Rukun Iman menjadi mutlak ketika seseorang sudah memasuki agama Islam, maka mereka wajib meyakininya. Adapun rukun iman itu adalah :
1.      Iman kepada Allah
2.      Iman kepada malaikat Allah
3.      Iman kepada kitab-kitab Allah
4.      Iman kepada hari kiamat
5.      Iaman kepada qada’ dan qadar
Adapun Rukun Islam adalah:
1.      Mengucap dua kalimat syahadat dan meyakini bahwa tidak ada yang berhak ditaati dan disembah dengan benar kecuali Allah dan meyakini bahwa nabi Muhammad SAW adalah hamba dan rasul Alllah SWT.
2.      Mendirikan Shalat fardlu
3.      Membayar zakat
4.      Berpuasa pada bulan ramadhan
5.      Menunaikan ibadah haji bagi mereka yang mampu
1)      Sumber Ajaran Islam
Dikalangan para ulama terdapat kesepakatan bahwa sumber ajaran agama islam adalah Al-Quran dan As-Sunnah.
a)      Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhhamad SAW, dan dinilai ibadah bagi yang membacanya, yang dimana diawali dengan surat Al-Fatihah dan di skhiri dengan surat An-Nas.
b)     As-Sunnah
            Kedudukan As-Sunnah sebagai sumber ajaran agma islam selain didasarkan pada                                                                                                                                                                                                   keterangan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadist juga didasarkan pada pendapat kesepakatan para sahabat. Yakni seluruh sahabat sepakat untuk menetapkan tentang wajib mengikuti hadist, baik pda masa Rasulullah masih hidup maupun setelah beliau wafat.
Sebagai sumber ajaran agama islam kedua, setelah Al-Qur’an, As-Sunnah memiliki                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        fungsi yang pada intinya sejalan dengan Al-Qur’an. Keberadaan as-Sunnah tidaj dapat dilepaskan dari adanya ayat Al-Qur’an.   
2.      Agama Yahudi

Yahudi adalah agama bangsa Ibrani yang dikenal dengan sebutan Asbath ( 12 keturunan Ya’qub dari bani Israel ). Ajaran agama Yahudi disebut “Yudaisme” karena bersifat kebangsaan dan khusus bagi bangsa Yahudi atau Bani Israil’ yaitu ajaran yang berasal dari agama yang diturunkan Allah untuk Bani Israil dengan perantaraan utusan-Nya yaitu Musa a.s. Kitab sucinya dinamakan Thaurat (wasiat lama) yang aslinya tidak ditemukan lagi sekarang.
 Agama bangsa Yahudi diperoleh dari Ibrahim a.s, melalui jalur keturunan anaknya ishak a.s. Agama bangsa Yahudi dipercaya diperoleh dari garis keturunan Ibrahim a.s, kemudian dilanjutkan melalui jalur keturunan anaknya Ishak a.s.
a)      Asal-Usul Agama Yahudi
Menurut alur Al-Kitab asal usul bangsa Yhudi adalah keturunan salah satu cabang ras Semitik purba yang berbahasa Ibrani ( kejadian 10;1, 21-32;1) (tarawikh 1:17-28,34;2:1,2). Hampir 4000 tahun lalu, Ibrahim nenek moyang beremigrasi dari kota besar Ur Kasdim yang sangat makmur di sumeria ke negri Kanaan. Darinya garis keturunan orang Yahudi di mulai dengan Ishak puteranya dan Yakub cucunya yang namanya diubah menjadi Israel.
Israel mempunyai 12 anak, yang menjadi pendiri 12 suku. Salah satunya dari mereka adalah Yehuda yang akhirnya dari namanya diambil kata “Yahudi”.[1]
b)     Kitab Suci Yahudi
Orang yahudi meyakini bahwa Allah ( God, Yahweh, Tuhan ) telah menurunkan kepada Musa Taurat Tertulis dan Taurat Lisan.
a)      Taurat Tertulis
Taurat tertulis yang pada perkembangannya kemudian biasa disebut Taurat saja, Torah, atau Tanakh, yang berisi Lima Kitab Nabi Musa : Genesis (Kejadian), Eksodus (Keluaran), Leviticus (Imamat), Mumbers (Bilangan), dan Deuteronomy (Ulangan). Namun terkadang istilah Tanakh atau Taurat tertulis juga dipakai untuk menyebut keseluruhan bagian yang biasa disebut oleh orang Kristen sebagai Perjanjian Lama ( The Old Testament ) dan merupakan Bible bagi orang Yahudi ( Jewish Bible ).
Mereka meyakini bahwa Tanakh merupakan firman Allah yang didiktekan kepa Musa lalu Musa menuliskannya dalam dua buah lempeng batu, dan hal itu terjadi saat Nabi Musa menemui Allah di Bukit Sinai selama empat puluh hari empat puluh malam. Dan, Nabi Musa menerima pendiktean wahyu dua kali, karena “menurut mereka” Nabi Musa telah memecahkan kedua lempeng batu yang diterima kali pertama saat marah melihat umatnya ternyata menyembah patung lembu dari emas. Sehingga, ia terpaksa mengambil lempengan batu dan menuliskan wahyu lagi untuk kedua kalinya.
b)      Taurat Lisan
Taurat Lisan pada perkembangannya biasa disebut sebagai Talmud. Secara singkat dapat dikatakan, orang yahudi meyakini bahwa Talmud adalah penjelasan singkat atau perincian atas Taurat (Tanakh). Adapun Talmud Sendiri terdiri atas dua komponen :
·         Misnah, yang merupakan versi utama karena ditransmisikan turun-temurun secara lisa dari Nabi Musa ke Nabi Joshua, lalu ke Para Tua-Tua, lalu ke Para Nabi-nabi, sampai pada generasi Great Assembly yang dipimpin oleh Erza, yakin sampai abad kedua Masehi.
·         Gemara, Yang merupakan versi analisi atau pelengkap atau komplemen atau komentar atas Mishnah, karena baru muncul dengan versi yang berbeda-beda pasca generasi Great Assembly ( abad kedua masehi )
Adapun Mishnah terdiri atas enam bagian yang disebut sebagai sedarim (orders0, dimana masing-masing seder terdiri atas beberapa masekhot (tractates). Jumlah keseluruhannya terdapat 63 masekhot.
3.      Agama Nasrani
Agama Narsni adalah risalah yang diturunkan kepada Isa sebagai pelengkap risalah Musa dan penyempurnaan ajaran kitab suci Taurat. Agama Nasrani secara khusus diserukan kepada bani israel guna mengajak mereka ke arah pengesaan Allah (Tauhid), keutamaan dan tolerensi.
Dalam sejarah dijelaskan bahwa kelahiran agama kristen ini tidak bisa dilepaskan dengan keberadaan agama sebelumnya yaitu Yahudi, sederhanya kita dapat melihat bagaimana kondisi sosial budaya bangsa Yahudi sebelum masa Nabi Isa :
·         Aqidah orang-orang Yahudi telah terkontaminasi kepercayaan Paganisme Babilonia.
·         Pada tahun 334 SM, Alexander raja Yunani menguasai Yahudi dan menyebarkan faham Filsafat yang kemudian mempengaruhi pemikiran orang-orang Yahudi.
·         Bangsa-bangsa yang menaklukan orang-orang yahudi adalah penganut politisme. Ini pun berpengaruh kepada aqidah bangsa Yahudi
a)      Kitab Agama Nasrani
Seperti yang umumnya kita ketahui, bahwa kitab agam nasrani adalah injil. Kata Injil adalah kata yang diarabkan dari kata yunani Evangelium yang berarti “berita gembira”.
Bagi Kaum Nasrani kata Injil memiliki arti spiritual tersendiri sebagai sebuah berita gembira atas kedatangan Almasih yang akan mempersembahkan dirinya sebagai penebus umat manusia ditiang salib setelah jasadnya dikubur. Almasih akan bangkit lagi di hari ketia seperti yang termaktub didalam kitab nubuat Perjanjian Lama. Sebuah kitab dalam perjanjian baru yang menuat nubuat adalah Surat Paulus yang pertama kepada jemaat diKorintus pasal 15 ayat 1-4. Sering kali, ayat ini diartikan secara metamorfosis oleh kaum Nasrani dengan menunjuk pada empat kitab pertama yang terdapat didalam Perjanjian Baru : Matius, Markus, Luka ,dan Yohanes.
Kaum Nasrani sepakat untuk meyakini keshihan, kesucian, dan kebenaran empat injil tersebut. Walaupun di dalam empat injil tersebut terdapat kemiripan pada alur penuturan yang sering memperbaiki satu sama lain. Perbedaanya terletak pada penulis Injil dalam menjelaskan kehidupan Almasih.
Seusainya kita membahas dan mendalami tentang agama-agama samawi, setelah ini kita akan beranjak menuju agama-agama bumi.
1.      Agama Majusi
Agama Majusi atau agama Zoroaster dinisbahkan kepada seorang nabi kuno bernama Zarathustra yang hidup sepanjang tahun 674-551 SM. Keyakina agama Majusi meliputi aspek monoteisme dan paganisme sekaligus. Mulanya, keyakina Majusi hanya mencakup monoteisme saja. Namun, seiring perkembangannya, keyakina agama ini juga meliputi paganisme. Prof. Dr. Ali Abdul Wahid Wafi, seorang sejarawan muslim kontemporer, mengatakan bahwa Majusi menyerukan ajaran monoteisme untuk menyembah Tuhan yang tunggal, pencipta segala sesuatu dan segala alam, baik yang berupa esensi (ruh) maupun materi (maddah). Dia menyebut Tuhan yang satu itu dengan nama “ AHURA MAZDA”.
Menurut penganut Majusi, dzat Ahura Mazda adalah esensi murni yang suci dari segala bentuk materi, yang tak dapat dilihat oleh mata, dan tidak dapat ditangkap oleh kedzatannya oleh akal manusia. Banyak dari manusia yang tidak mampu mengimani dzat dengan seperti ini, kecuali jika dzat tersebut dirumuskan atau dijelmakan kedalam suatu rumusan yang bersifat material yang sekiranya dapat ditangkap oleh akal manusia. Oleh karena itu para Zoroastrianisme pun membuat rumusan tentang hakikat ketuhanan Ahura Mazda dengan dua rumus penting.
Rumus pertama bersifat trasenden (samawi) yang disimbolkan dengan matahari, sedangkan rumus kedua bersifat imanen (ardhi) yang disimbolkan dengan api. Keduanya adalah unsur yang memancarkan cahaya, menerangi smesta, suci, serta tidak dapat terkontaminasi oelh hal-hal yang buruk dan segala bentuk kerusakan. Kepada cahayalah kehidupan semesta raya ini bergantung. Sifat inilah yang paling mendekati untuk digambarkan oleh akal manusia akan sifat Maha Pencipta.
a)      Sumber agama
Buku ”aft” merupakan sumber utama dan satu-satunya buku yang memberikan informasi tentang pendiri dan ciri-ciri agama ini. Sementara itu, al-Masudi dalam bukunya al-Asyraf wa at-Tanbih menyebutkan bahwa nama buku tersebut adalah “Alista”.
b)     Undang-Undang dan Syariat Zarathustra
Zarathustra membuat undang-undang yang mengatur kehidupan masyarakat. Undang-undang tersebut dipandang sebagai contoh ideal dan mulia dalam memuliakan dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Dia melarang peperangan, tetapi menyerukan kedamaian. Zarathustra juga membiarkan manusiabebas menganut, mendalami, dan menjalankan madzhab dan agam yang diyakininya, bahkan dari musuh-musuhnya, yaitu bangsa Thuran untuk mengikuti dan menjalankan ajaran-ajaran Zoroaster. Dia hanya menjalankan dan mendakwahkan ajaran yang diyakininya.
Dia berkata sambil menghadap ke arah timur. Karena arah tersebut adalah tempat terbit dan munculnya cahaya. Zarathrustra juga menyerukan untuk berbuat kebaikan, mencegah kemungkaran, serta menjauhkan diri dari hal-hal keji. Dia mati dengan cepat di tikam oleh orang-orang thuran saat larut dalam ibadah menyeru kepada kebaikan, “wahai Ahura Masda, kapankah matahari akan terbit dan menebarkan kebaikan di dunia?”


2.      Agama Hindu
Agama Hindu adalah agama pegan yang dianut oleh penduduk India. Agama ini telah melewati perjalanan sangat penjang yang bermula dari abad ke-15 SM hingga sekarang. Bisa jadi, agama Hindu adalah agama paling tua yang tersisa hingga saat ini. Sejatinya, Hindu merupakan sebuah agama yang memadukan nilai-nilai ruhani dan etika. Selain itu, agama ini pun memiliki konsep politeisme, yaitu bertuhan banyak. Setiap tuhan dalam ajran agama Hindu memiliki kinerja dan tugas masing-masing. Umat Hindu juga meyakini setiap tempat, perbuatan, dan fenomena memiliki Tuhan.
a)      Dewa dalam Agama Hindu
·         Dewa Brahma, disebut juga dengan Sang HyangWidhi atau dalam bahasa Sanskerta India disebut denga Upathi yang berarti dang pencipta
·         Dewa Wisnu, dipercaya oleh orang hindu sebagai Dewa Pemelihara Alam Raya
·         Dewa Shiva, Dewa pelebur segala sesuatu yang sudah usang
b)     Keyakinan Umat Hindu
Umat hindu mempunyai keyakinan tentang siklus manusia yang tiada henti. Mereka meyakini bahwa arwah manusia tercipta dari bagian dewa yang kekal untuk kemudian “hinggap” dan bersemayam pada jasad manusia yang fana.
Umat hindu tidaklah mengimani adanya surga dan neraka seperti yang diyakini umat islam. Namun mereka mengimani adanya bentuk ganjaran lain selain surga dan neraka bagi orang-orang yang berbuat baik dan buruk. Mereka berargumen “ sebenarnya, ketika seseorang yang baik itu mati. Maka hanya jasadnyalah yang mati, sementara arwahntya tetap hidup kekal. Sebab, arwah adalah bagian Dzat Tuhan.[2] Arwah orang baik akan menyusup dan bersemayam pada jasad orang baik lainnya. Keyakinan ini disebut dengan “reinkarnasi”.[3]
Balasan orang baik adalah arwahnya disemyamkan pada jasad orang baik yang masih hidup. Pada jasad yang hidup itu arwah yang baik akan mendapatkan segala kenikmatan. Sementara itu ganjaran bagi orang yang berbuat buruk atau jahat adalah arwahnya ditempatkan pada orang jahat, dan disanalah dia akan di siksa.
c)      Kasta dalam Agama Hindu
·         Kasta Brahma (kelas putih) : terdiri dai kalangan pendeta dan pemuka agama Hindu
·         Kasta Ksatria (kelas merah) : terdiri dari penguasa dan tentara
·         Kasta Waisya (kelang kuning) : terdiri dari kalngan petani dan pedagang
·         Kasta Sudra (kelas hitam) : terdiri dari para pengrajin
·         Kasta Paria : terdiri dari kelompok yang dipandang rendah dari prespektif agama Hindu, seperti penggali kubur, petugas kebersiha, dan semacamnya.
d)     Kitab Suci Agama Hindu
·         Weda , terbagi atas empat kita ( catur weda ) :
o   Regweda
o   Ayurweda
o   Samaweda
o   Atharweda
·         Hukum Manu
·         Kitan Kesutraan :
o   Mahabharata
o   Kayana
o   Yoga
o   Ramayana[4]
3.      Agama Budha
Agama Budha lahir pertama kali di India yang sebelumnya telah di pengaruhi oleh kehidupan agam Hindu pada abad ke-6 SM. Kepercayaan agam Budha akan keberadaan dunia sebagai sumber penyakit dan menghindari terjadinya reinkarnasi secara berulang. Sidharta Gautama adalah pencetus agama Budha yang oleh pengikutnya dikenal dengan Gautama Budha.[5]
Walaupun agama Budha dan Hindu memiliki sisi kemiripan, agama Budha telah memiliki corak yang berbeda dengan agama Hindu. Agama Budha tampat lebih berat pemahamannya, lebih jauh dari pemikiran primitif, meski tata cara peribatannya lebih ringan.

a)      Aspek moral agama Budha
Beberapa ajaran  pokok dalam  agama Budha adalah cinta, toleransi, interaksi dengan baik, sedekan  kepada para fakir, dan meninggalkan kekayaan serta kemewahan. Selaini itu, membiasakan  hidup dalam  kesusahan dan kekasaran sehingga membuat  orang yang beragama Budha semaki merasakan dekat dengan Nirwana dan jauh dari fanaan dunia.




























                [1]Muhammad Adib Fuadzi Nuris, M.A., M.Phil, Ilmu Perbandingan Agama Melacak Sejarah, Metode Tokoh-Tokoh Muslim Klasik dan Modern Dalam Studi Agama-Agama, Buku Ajar Kampur Dan Pesantren, Yogyakarta, 2012, p. 39.
[2]Sami bin Abdullah al-Maghlouth, Atlas Agama-Agama Mengantarkan Setiap Orang Beragama Lebih Memahami Agama Masing-Masing, Al-mahira, Jakarta,  2011, p. 489
[3]Ibid, p. 489         
[4]Ibid, p. 496-497
                [5][5]Emile Durkheim, Sejarah Agama terj. Ridwan Muzir, Yogyakarta, 2003, h. 40-41.

Komentar

  1. assalamulaikum waromatullahi wabarokatuh....
    ...
    dalam artikel ini saya sangat mengapresiasi karya ini...

    namun tidak dapat dipungkiri bahwa setiap penulisan ada kontradiksi yang menimbulkan pertanyaan yang diajukan dalam artian mencari solusi bersama....

    saya,belum mendapatkan dalam artikel ini,apa relevansi yang memuat de facto yang esensial,,,
    timbul pertanyaan disni
    1.apa asimilasi dan refleksi dalam konsep agama yang dianut di dunia ini..berdasarkan de factto itu sendiri?

    2. dan saya juga mengutip perkataan dari zaki naquib mahmud(1950_1993) mengatkan bahwa cara yang membedakan antara ynag bisa disebut ilmu dan yang tidak ialah sesutu yang mengatakn ini salah dan itu benar,,,
    maka dari itu,,,konsep agama yang ada di dunia ini apa yang mendasari timbulnya skeptisme dan relativisme pengetahuan terhadap konsep tersebut apakah ada interpentasi dari konsep yang memiliki analogi yang bersifat fundamental????

    BalasHapus
  2. pertanyaan itu yang kita kirim adalah dari hasil yang kita baca dari artikel ini (fadhil,revani dan iik irhamuddin)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Survival's Song : 90 Langkah

Lyric Lagu 90 Langkah Gontor Kabut membelai lembut kampung damai Cahaya sang surya menghangatkan Para khalifah muda yang akan mengukir Pendidikan yang terbaik untuk dunia Tiada tersadar hati Telah jauh langkah kaki menapak 90   langkah penuh perjuangan Keikhlasan kesederhanaan dan keteguhan

Lembayung Senja

Lembayung Senja Oleh: Naila Salma Nurkhalida Lambaian lembayung senja ramaikan keindahan laut Bergumam dalam sunyi tanyakan hati yang  lama terpaut Aku tak bisa pahami hati yang bergejolak  memarah Mengajakku bertepian dengan hati lain tanpa arah Inikah cinta? Kurasakan hati berlabuh dalam rasa Lambat laun menyapa dalam nyata Mengetuk bilik jantung dengan paksa Terengah diri ini menelisik makna kata demi kata Gelisah hati yang lama menepis rindu tanpa tahu kepada siapa hati harus merindu Ingin ku lontarkan serpihan hati bersamanya sebuah fetamorgana cinta tanpa sendu Namun hati yang lemah ini tak mampu beradu-padu Ku tanyakan pada jemari kecil yang senantiasa mengadah padaNya seraya mengadu Senja... Dimana singgahmu menghibur diri? Pencarianku akan sesosok bayangmu terluap pada ilusi dalam mimpi Pintaku tentang rasa yang berujung tak pasti pada Ilahi Harapku akan sebuah kebenaran haqiqi Teruntuk siapa berlabuhnya hati ini Semarang, 21 Januari 2019

Dunia Tak Seindah Bayangannya

Engkau telah lupa Bahwa kakimu masih menginjakkan dunia Kemudian meminta segalanya Padahal, dunia hanyalah alam fana