Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Lembayung Senja

Lembayung Senja Oleh: Naila Salma Nurkhalida Lambaian lembayung senja ramaikan keindahan laut Bergumam dalam sunyi tanyakan hati yang  lama terpaut Aku tak bisa pahami hati yang bergejolak  memarah Mengajakku bertepian dengan hati lain tanpa arah Inikah cinta? Kurasakan hati berlabuh dalam rasa Lambat laun menyapa dalam nyata Mengetuk bilik jantung dengan paksa Terengah diri ini menelisik makna kata demi kata Gelisah hati yang lama menepis rindu tanpa tahu kepada siapa hati harus merindu Ingin ku lontarkan serpihan hati bersamanya sebuah fetamorgana cinta tanpa sendu Namun hati yang lemah ini tak mampu beradu-padu Ku tanyakan pada jemari kecil yang senantiasa mengadah padaNya seraya mengadu Senja... Dimana singgahmu menghibur diri? Pencarianku akan sesosok bayangmu terluap pada ilusi dalam mimpi Pintaku tentang rasa yang berujung tak pasti pada Ilahi Harapku akan sebuah kebenaran haqiqi Teruntuk siapa berlabuhnya hati ini Semarang, 21 Januari 2019

Gemuruh Suara Hati

Gemuruh Suara Hati Oleh : Naila Salma Nurkhalida Alunan nada indah silih bergemuruhan gemakan irama kebahagiaan Harmoni cinta bersorak ria taburkan kemenangan Kini aku terjatuh dan terlilit pada lubuk hati keluguan Hadirkan peraduan cinta tentang sebuah perasaan Perasaan jatuh pada gemilang hati yang kau lukiskan Kau ketuk pintu hati sembari menawarkan pilihan Ku mulai tafsirkan makna cinta kata demi kata perlahan Tak kusadari olah pedulimu uraikan jawaban akan sebuah tafsiran Melodi-melodi cinta ku dendangkan Uraikan getaran rindu yang mulai kurasakan Merindu pada sosokmu yang selalu terbayangkan oleh pikiran Pancarkan beribu asa dan harapan menyongsong masa depan Seiring bergulirnya waktu kau tuntun aku pada janji kesetiaan Membawaku pada ikatan suci pernikahan Sembari memberiku kedipan pada hati kecil tuk menuai hikmah kehidupan Singkatnya, cinta telah mengajarkanku akan sebuah arti kehidupan Semarang, 21 Januari 2019

Stigma Lisan dalam Gender

“Judul ini menjadi suatu misteri pertanyaan yang harus dan layak di jawab agar tidak ada lagi kekeliruan dalam berbuat diantara kita para pencari surga Allah SWT, menjadi suatu penegasan bagi kita akan pentingnya bertutur kata halus bagi seluruh umat islam tidak melulu perempuan! Dan seharusnya kita sadar akan hal ini, namun banyak diantara mereka yang hatinya tak lagi bergetar dan sengaja luput akan rasa sadar.” Realita buruk yang sedang marak kita dapatkan di dunia nyata maupun di dunia maya saat ini, dimana banyak sekali orang yang bertutur kata kasar, kotor, jorok, menghujat, mencaci-maki, dan sebagainya. Bahkan di era yang serba digital ini, tidak di pungkiri penggunaan sosial media yang sangat di gemari generasi milenial justru disalahgunakan. Kebebasan beraspirasi terwujudkan namun nilai moral bangsa terlunturkan. Media sosial bukan lagi menjadi tempat pikiran kita ter-asah, namun bak sampah. Banyak sekali komentar-komentar kasar yang membanjiri jejaring sosial sec...

Wanita Vs Harapan

"Kamu harus percaya sama aku kalau aku sayang sama kamu selamanya." . Kalimat yang tidak asing untuk di dengar, mudah terucap,  namun berat untuk di tangkap. . Haruskah aku percaya ? . Begitu banyak jiwa yang datang untuk mendekap tapi hanya untuk mengenal sekejap. Banyak jiwa yang datang berlari menghampiri lalu pergi. Banyak jiwa yang memberi janji namun tak pasti.  Seolah hanya bongkahan harapan yang tabu, dan tak pernah temukan kejelasan yang mampu memberi tahu. . Lagi lagi perempuan yang jadi korban. Bukankah perempuan diciptakan untuk dimuliakan? Mengapa banyak jiwa yang dijatuhkan ? . Perempuan memang menawan dengan beribu keindahan dan kelembutan. Hatinya yang lemah terkadang membuatnya tak bisa berolah. . Hati lagi hati lagi. Itulah yang menjadi ikon utama perempuan yang seringkali menolak hukum logika. Gejolak hati tak bisa dipungkiri. Mencoba melawan tapi apadaya perempuan yang tak bisa berdamai dengan logika. . Hakikat ...

Menanti dalam Do'a

-Menanti-  ⠀ Katanya cinta itu seperti misteri yang kedatangannya tak bisa diprediksi⠀ . ⠀ Dan wanita dengan fitrahnya yang harus menanti meski tak pasti. ⠀ . ⠀ Ini! Lagi lagi urusan hati yang sulit dimengerti. ⠀ . ⠀ Sudahlah, biarkan aku menanti hadirnya sampai ia tetapkan ikatan pasti. ⠀ . ⠀ Banyak orang yang menginterprestasikan bertahan dalam penantian itu melelahkan hingga membuat banyak jiwa berputus asa, . ⠀ Bukankah ini bukti cinta sejati dari kesabaran serta kesungguhan akan sebuah rasa? ⠀ . ⠀ Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti, begitupula berarti dalam menanti. ⠀ . ⠀ Tak ada lagi waktu untuk berlarut-larut dalam kesedihan dan kesendirian.⠀ Karena aku yakin tidak ada penantian dengan selalu mengharap ridhoNya yang menuai kekecewaan. ⠀ ⠀ -Yogyakarta-⠀ ⠀ ⠀

“Aku” adalah Siapa Temanku

“Jika ingin tahu diriku, jangan tanya diriku. Tanya dan lihatlah temanku!” Sebuah hakikat yang pasti bahwasanya manusia merupakan makhluk sosial. Hal ini sudah tidak bisa dipungkiri lagi bagi kami para mahasiswa yang konon kehidupan mahasiswa adalah kehidupan yang mempunyai tingkat kebebesan yang lebih besar dibanding anak sekolah di bangku SMA,SMP dan sebagainya. Sehingga tingkat kebebasan yang besar pula ini terkadang membawa pengaruh yang besar bagi diri kita, baik pengaruh positif maupun sebaliknya pengaruh negatif. Pengaruh-pengaruh tersebut yang akan mengubah dunia kita pada dua pilihan, yaitu akankah kita berada di jalan yang benar atau di jalan yang sesat? Bergaul ataupun bersosialisasi dengan sesama itu penting. Namun, pada usia seperti ini dimana seorang pemuda butuh sesosok teman yang dirasa dekat bahkan nyaman terkadang lupa akan hakikat memilih teman. Abu Darda’ berkata, “ Di antara bentuk kecerdasan seseorang adalah selektif dalam memilih teman berjalan, tema...