“Gitu banget sih mau presentasi doang sampe dicatet, diapalin” begitulah kurang lebihnya yang sering diutarakan teman-teman seperkuliahan ketika melihat saya akan presentasi. Bagi mayoritas mahasiswa, presentasi hanya sebatas maju ke depan kelas dan membacakan materi yang terpapar dalam slide. Namun bagi saya, pecahan telur yang sekian lama didadar dari sebuah lembaga pendidikan yang berorientasi melahirkan murid berjiwa guru, presentasi di depan kelas ibarat kita sedang berperan menjadi seorang mudarris atau guru sehingga ruuhul mudarris harus dihadirkan di dalamnya atau berjiwa guru. Bagaimana suatu ilmu pengetahuan itu dapat tersampaikan dari hati ke hati. Meskipun beberapa dosen tidak menilai kelas presentasi tapi tetap saja segala sesuatu harus dipersiapkan dengan baik. Beranjak dari pernyataan singkat diatas, menggugah diri saya untuk berbincang persoalan sistem pendidikan dengan menuliskan suatu profil lembaga pendidikan yang kental dengan disiplin sistem pendidik...
Menyerah pada impian ? Pantaskah dilakukan ? ⠀ Lagi lagi hasil menjadi persoalan. ⠀ Orientasi hasil di nomor satukan.⠀ Hasil bukan ukuran, melainkan perjalanan. ⠀ Betapa banyak jiwa menginginkan keberhasilan. ⠀ Namun masih ada 1 yang terlupakan . ⠀ ⠀ Ya , proses! Proses mendapatkan ! ⠀ Nyatanya, berproses selalu disalahartikan. ⠀ Proses untuk sebuah tujuan bukan lagi tuntutan kewajiban.⠀ ⠀ Hakikat proses juga tentang pilihan . ⠀ Pilihan yang akan menentukan arah perjalanan . ⠀ Akankan jalan keburukan atau kebaikan. ⠀ ⠀ Betapa banyak hasil yang memuaskan tanpa mengidahkan esensi proses kebaikan . ⠀ ⠀ Betapa proses menuangkan narasi positif akan makna keikhlasan, perjuangan, dan kesabaran. ⠀ ⠀ Betapa proses mengajarkan untuk berjuang menjalani roda kehidupan. ⠀ ⠀ Betapa proses pula yang akan menghantarkan jiwa yang penuh ambisi kepada suatu hasil mulia di kemudian.⠀ ⠀ Jika proses tak kasat oleh indra penglihatan,⠀ izinkan proses bercengkerama de...