Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Perjalanan

Menyerah pada impian ? Pantaskah dilakukan ? ⠀ Lagi lagi hasil menjadi persoalan. ⠀ Orientasi hasil di nomor satukan.⠀ Hasil bukan ukuran, melainkan perjalanan. ⠀ Betapa banyak jiwa menginginkan keberhasilan. ⠀ Namun masih ada 1 yang terlupakan . ⠀ ⠀ Ya , proses! Proses mendapatkan ! ⠀ Nyatanya, berproses selalu disalahartikan. ⠀ Proses untuk sebuah tujuan bukan lagi tuntutan kewajiban.⠀ ⠀ Hakikat proses juga tentang pilihan . ⠀ Pilihan yang akan menentukan arah perjalanan . ⠀ Akankan jalan keburukan atau kebaikan. ⠀ ⠀ Betapa banyak hasil yang memuaskan tanpa mengidahkan esensi proses kebaikan . ⠀ ⠀ Betapa proses menuangkan narasi positif akan makna keikhlasan, perjuangan, dan kesabaran. ⠀ ⠀ Betapa proses mengajarkan untuk berjuang menjalani roda kehidupan. ⠀ ⠀ Betapa proses pula yang akan menghantarkan jiwa yang penuh ambisi kepada suatu hasil mulia di kemudian.⠀ ⠀ Jika proses tak kasat oleh indra penglihatan,⠀ izinkan proses bercengkerama de...

Hebat : Yang Dekat dan Taat

Ingat ! Yang Hebat : Yang Dekat dan Taat “Dunia ini ibarat bayangan. Kejar dia, maka sungguh kau tak akan bisa menangkapnya. Balikkan badanmu darinya, maka tidak ada pilihan baginya kecuali mengikutimu.” ‌Seuntai kisah dari sepotong balasan chat seorang teman inilah yang membuat saya merasa gatal untuk memaparkannya dalam susunan parafrase. ‌Saat itu kondisi dan keadaan menyelimuti dan menghantui saya untuk bergerak dan beraktivitas all out the box. Melihat story instagram teman teman lama saya yang jauh lebih hebat dimana tak ada satupun darinya yang menduduki bangku perkuliahan di universitas swasta,  tidak seperti saya. Kemudian melihat teman2 lama yang hebat dengan karya karyanya yang bergelimang, dan melihat mereka dengan segudang prestasinya membuat saya terobsesi untuk menjadi seperti mereka. Di lain sisi, dorongan orang tua dan kakak saya yang selama ini mati2an membiayai biaya kuliah yang superduper eksklusif, dan sangat memprihatinkan masa depan saya...

Cantik Hakiki dan Abadi

“Kecantikan hakiki tidak sebatas kasat mata memandang, namun merasuk hingga mata hati berdendang, nan abadi ” Artikulasi cantik menurut saya bukan sebatas raut wajah. Mengatakan seorang perempuan cantik bukan hal yg mudah untuk saya lontarkan dan tetapkan sebagaimana orang lain lakukan. Bahkan melihat ratusan artis di sosmed dari berbagai belahan duniapun tidak mampu menaklukkan hati ini untuk mengatakan dia cantik. Karena cantik menurut perspektif saya tidak sebatas kerja panca indra mata terhadap objek yang dituju berdasar bagus dan tidaknya, ataupun indah dan tidaknya, ataupun goodlooking dan tidaknya suatu objek. Sekilas cerita tentang saya dan teman yang saya akui berhasil meraih gelar cantik versi saya. Dimana  kami  pernah duduk pada ruang yang sama saat itu di jenjang perkuliahan meski hanya berlangsung 1 tahun lamanya. Diawali dari keisengan saya yang sok kenal dan sok dekat. Kala itu saya memberanikan diri untuk duduk di antara gerombolannya. Seperti...

Pengalaman : Sang Pelatih tak Bernyawa

Akan selalu ada suatu masa yang menginjak saat pertama.⠀ Saat pertama melakukan hal baru tentunya. ⠀ Saat yang bermula dari keraguan, ketakutan, dan berbuah tidak sesuai dengan ekspekstasi pada nyatanya . ⠀ Namun, hal itu mampu menghadirkan tekad kuat untuk mempelajari lebih dalam pada akhirnya. ⠀ ⠀ Berulang kali kegagalan menghampiri. ⠀ Ternyata disinilah letak kehidupan haqiqi mengajari. ⠀ Memberi kita sesosok pelatih tak bernyawa. ⠀ Ya! Pengalaman namanya . ⠀ Pengalaman yang menjadi pelatih terhebat kita rupanya. ⠀ Melatih kita untuk lebih percaya dalam berkarya. ⠀ Hanya saja terkadang diri ini terlalu dalam melebur ke dalam fatamorgana mimpi, hingga tak jarang diri menerimanya. ⠀ Saat ini dan seterusnya, ⠀ Kita mempunyai pelatih hebat, yang tertanam pada jiwa yang kuat, sesekalipun tak bernyawa. ⠀ ⠀ Yogyakarta, 6 Mei 2019⠀

Dilematika Ilusi Mimpi

⠀ *Bait tentang kami yang pernah bermimpi pada satu atap medan juang yang sama, Gontor, Ibu kandung kami, dan masih bermimpi di pijakan yang sama, Indonesia, tanah air kami.*⠀ ⠀ Dalam suatu mimpi pada satu ilusi tabu. Kami pernah bercerita tentang mimpi yang saling beradu padu. ⠀ Setiap kaki melangkah, hati ini saling bersapa dalam harapan penuh abu.⠀ ⠀ Kala itu, ingin hati merangkai mimpi. ⠀ Menelusuri isyarat yang ingin terpenuhi.⠀ Naluri yang tergoreskan untuk sebuah ilusi,⠀ Sesegera mengakhiri untuk memulai hal baru dengan tujuan pasti. ⠀ ⠀ Ya! Kami pernah bermimpi pada satu ilusi yang sama.⠀ Sama sama ingin mengangkat kaki dari tempat yang sama menuju arah yang sama. Bersama sama menyebarkan keharuman medan perjuangan lama,⠀ Di ujung belahan dunia sana. ⠀ ⠀ Nyatanya, hanya kala itu. ⠀ Rupanya, hanya sekedar ilusi mimpi yang tabu. ⠀ ⠀ Hingga akhirnya kami bertukar isak tangis dan haru. ⠀ Meratapi ilusi-ilusi semu. ⠀ ⠀ Ini bukan yang terakhir dari cerita kam...

Perihal masa : Antara Aku dan Mereka

Kebersamaan dalam kekeluargaan, pertahankan! . Terima kasih atas sepercik kehangatan yang pernah tersirat meski tengah berlalu. . Antara aku, mereka, dan pengalaman pada sebuah perjuangan yang terlukiskan oleh kenangan. . Lembaran-lembaran itu penuh dengan titik-titik, tentunya dari torehan tinta hitam yang perlahan mencoba untuk merangkai kisah klasik dan usik. . Meski harus menerjang lika liku kehidupan , namun ia tak pernah ingkar untuk mengajarkanku. Mengajarkanku arti sebuah kebersamaan. Bersama untuk berproses, bersama untuk berjuang, bersama untuk menebarkan kebaikan, bersama untuk memberikan yang terbaik dari yang baik.  . Dan lagi, perihal k ehidupan . Ia mengajarkanku memahami esensi makna kehidupan yang hakiki. Nyatanya, hidup tidak sekedar mempertahankan eksistensi diri. Tapi lebih daripada itu, kehidupan yang mengajarkanku untuk bersyukur. Bersyukur mengenal sosok sosok hebat seperti kalian, yang tak pernah lelah untuk berproses bersama Allah. ...

Jangan Lelah Berproses Bersama Allah

Bukan soal-menyoal bagaimana hasilnya. Perkara proses mulai terkikis oleh lambat laun kerasnya kehidupan. Tak lagi mudah menemui kehidupan nyata dengan penuh keaslian. Ribuan dimensi manusia berpadu, tak banyak dari mereka yang melihat bagaimana hal itu bermula dan berproses. Nyatanya cukup klasik, pandangan terfokus pada bait akhir dalam sebuah cerita, namun tak etik. Hasil menjadi sebuah polemik besar penuh pertanyaan di tengah ketaatan sebagian khalayak. Dalam kehidupan sehari-hari pun demikian, kehidupan bukan ternilai dari seberapa besar pencapaian. Kehidupan terukur dari seberapa besar ketulusan menuju pencapaian. Itulah letak sebuah hakikat kehidupan dunia, dimana manusia kelak akan menuju pada lembaran akhir kehidupan, yaitu kematian. Proses bagaimana seseorang berbuat di dunia menuju hasil akhir tersebut yang menjadi saksi bisu perjuangan seseorang, dan nantinya akan mendapat hasil yang sempurna yaitu “JANNATULLAH” yang artinya Surga Allah. Berjuang, berjuang...

Lembayung Senja

Lembayung Senja Oleh: Naila Salma Nurkhalida Lambaian lembayung senja ramaikan keindahan laut Bergumam dalam sunyi tanyakan hati yang  lama terpaut Aku tak bisa pahami hati yang bergejolak  memarah Mengajakku bertepian dengan hati lain tanpa arah Inikah cinta? Kurasakan hati berlabuh dalam rasa Lambat laun menyapa dalam nyata Mengetuk bilik jantung dengan paksa Terengah diri ini menelisik makna kata demi kata Gelisah hati yang lama menepis rindu tanpa tahu kepada siapa hati harus merindu Ingin ku lontarkan serpihan hati bersamanya sebuah fetamorgana cinta tanpa sendu Namun hati yang lemah ini tak mampu beradu-padu Ku tanyakan pada jemari kecil yang senantiasa mengadah padaNya seraya mengadu Senja... Dimana singgahmu menghibur diri? Pencarianku akan sesosok bayangmu terluap pada ilusi dalam mimpi Pintaku tentang rasa yang berujung tak pasti pada Ilahi Harapku akan sebuah kebenaran haqiqi Teruntuk siapa berlabuhnya hati ini Semarang, 21 Januari 2019

Gemuruh Suara Hati

Gemuruh Suara Hati Oleh : Naila Salma Nurkhalida Alunan nada indah silih bergemuruhan gemakan irama kebahagiaan Harmoni cinta bersorak ria taburkan kemenangan Kini aku terjatuh dan terlilit pada lubuk hati keluguan Hadirkan peraduan cinta tentang sebuah perasaan Perasaan jatuh pada gemilang hati yang kau lukiskan Kau ketuk pintu hati sembari menawarkan pilihan Ku mulai tafsirkan makna cinta kata demi kata perlahan Tak kusadari olah pedulimu uraikan jawaban akan sebuah tafsiran Melodi-melodi cinta ku dendangkan Uraikan getaran rindu yang mulai kurasakan Merindu pada sosokmu yang selalu terbayangkan oleh pikiran Pancarkan beribu asa dan harapan menyongsong masa depan Seiring bergulirnya waktu kau tuntun aku pada janji kesetiaan Membawaku pada ikatan suci pernikahan Sembari memberiku kedipan pada hati kecil tuk menuai hikmah kehidupan Singkatnya, cinta telah mengajarkanku akan sebuah arti kehidupan Semarang, 21 Januari 2019

Stigma Lisan dalam Gender

“Judul ini menjadi suatu misteri pertanyaan yang harus dan layak di jawab agar tidak ada lagi kekeliruan dalam berbuat diantara kita para pencari surga Allah SWT, menjadi suatu penegasan bagi kita akan pentingnya bertutur kata halus bagi seluruh umat islam tidak melulu perempuan! Dan seharusnya kita sadar akan hal ini, namun banyak diantara mereka yang hatinya tak lagi bergetar dan sengaja luput akan rasa sadar.” Realita buruk yang sedang marak kita dapatkan di dunia nyata maupun di dunia maya saat ini, dimana banyak sekali orang yang bertutur kata kasar, kotor, jorok, menghujat, mencaci-maki, dan sebagainya. Bahkan di era yang serba digital ini, tidak di pungkiri penggunaan sosial media yang sangat di gemari generasi milenial justru disalahgunakan. Kebebasan beraspirasi terwujudkan namun nilai moral bangsa terlunturkan. Media sosial bukan lagi menjadi tempat pikiran kita ter-asah, namun bak sampah. Banyak sekali komentar-komentar kasar yang membanjiri jejaring sosial sec...

Wanita Vs Harapan

"Kamu harus percaya sama aku kalau aku sayang sama kamu selamanya." . Kalimat yang tidak asing untuk di dengar, mudah terucap,  namun berat untuk di tangkap. . Haruskah aku percaya ? . Begitu banyak jiwa yang datang untuk mendekap tapi hanya untuk mengenal sekejap. Banyak jiwa yang datang berlari menghampiri lalu pergi. Banyak jiwa yang memberi janji namun tak pasti.  Seolah hanya bongkahan harapan yang tabu, dan tak pernah temukan kejelasan yang mampu memberi tahu. . Lagi lagi perempuan yang jadi korban. Bukankah perempuan diciptakan untuk dimuliakan? Mengapa banyak jiwa yang dijatuhkan ? . Perempuan memang menawan dengan beribu keindahan dan kelembutan. Hatinya yang lemah terkadang membuatnya tak bisa berolah. . Hati lagi hati lagi. Itulah yang menjadi ikon utama perempuan yang seringkali menolak hukum logika. Gejolak hati tak bisa dipungkiri. Mencoba melawan tapi apadaya perempuan yang tak bisa berdamai dengan logika. . Hakikat ...

Menanti dalam Do'a

-Menanti-  ⠀ Katanya cinta itu seperti misteri yang kedatangannya tak bisa diprediksi⠀ . ⠀ Dan wanita dengan fitrahnya yang harus menanti meski tak pasti. ⠀ . ⠀ Ini! Lagi lagi urusan hati yang sulit dimengerti. ⠀ . ⠀ Sudahlah, biarkan aku menanti hadirnya sampai ia tetapkan ikatan pasti. ⠀ . ⠀ Banyak orang yang menginterprestasikan bertahan dalam penantian itu melelahkan hingga membuat banyak jiwa berputus asa, . ⠀ Bukankah ini bukti cinta sejati dari kesabaran serta kesungguhan akan sebuah rasa? ⠀ . ⠀ Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti, begitupula berarti dalam menanti. ⠀ . ⠀ Tak ada lagi waktu untuk berlarut-larut dalam kesedihan dan kesendirian.⠀ Karena aku yakin tidak ada penantian dengan selalu mengharap ridhoNya yang menuai kekecewaan. ⠀ ⠀ -Yogyakarta-⠀ ⠀ ⠀

“Aku” adalah Siapa Temanku

“Jika ingin tahu diriku, jangan tanya diriku. Tanya dan lihatlah temanku!” Sebuah hakikat yang pasti bahwasanya manusia merupakan makhluk sosial. Hal ini sudah tidak bisa dipungkiri lagi bagi kami para mahasiswa yang konon kehidupan mahasiswa adalah kehidupan yang mempunyai tingkat kebebesan yang lebih besar dibanding anak sekolah di bangku SMA,SMP dan sebagainya. Sehingga tingkat kebebasan yang besar pula ini terkadang membawa pengaruh yang besar bagi diri kita, baik pengaruh positif maupun sebaliknya pengaruh negatif. Pengaruh-pengaruh tersebut yang akan mengubah dunia kita pada dua pilihan, yaitu akankah kita berada di jalan yang benar atau di jalan yang sesat? Bergaul ataupun bersosialisasi dengan sesama itu penting. Namun, pada usia seperti ini dimana seorang pemuda butuh sesosok teman yang dirasa dekat bahkan nyaman terkadang lupa akan hakikat memilih teman. Abu Darda’ berkata, “ Di antara bentuk kecerdasan seseorang adalah selektif dalam memilih teman berjalan, tema...